Motor listrik bertenaga 160 kW atau sekitar 214 dk dengan torsi puncak 240 Nm.
Untuk baterainya jenis LFP (Lithium Ferro Phospate) berkapasitas 67,1 kWh yang diklaim bisa membawa mobil sejauh 516 km (NEDC).
Baca Juga: Leapmotor Meluncur di Indonesia Sebentar Lagi, Bawa Mobil Apa?
Baterai ini kalau di-charge pakai DC Charging 168kWh bisa mengisi dari 30% sampai 80% dalam waktu 17 menit saja.
Tampilan dashboard-nya sama kayak mobil listrik dari Cina pada umumnya, minimalis dengan layar lebar di tengahnya.
Layar monitor 14,6 inci ini menjadi pusat hiburan dan kontrol kendaraan seperti membuka sunshade panoramic roof, menyalakan AC sampai melipat spion luar.
"Namun, ada tombol shortcut di setir untuk penggunaan sejumlah fitur mobil," terang Samuel Chritian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia.
Oh ya, di dashboard sisi penumpang ada panel modular buat menaruh cup holder, meja lipat buat menaruh laptop, dan boneka kecil.
Baca Juga: Bukan Cuma Ikut Tren, Leapmotor Ngaku Punya ‘Otak’ Sendiri Buat Lawan EV
Leapmotor B10 ini dibekali sistem keselamatan berkendara aktif ADAS yang terdiri dari 16 fungsi seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), dan Advanced Emergency Braking (AEB).
Ia juga di bekali 7 buah airbag yang salah satunya adalah Far Side Airbag yang akan mengembang di antara pengemudi dan penumpang depan.
Sayangnya, harga jualnya masih ditutup rapat oleh APM-nya.
"Untuk harganya sendiri, OTR Jabodetabek masih sesuai dengan gambaran di awal, yakni di bawah Rp500 juta," terang Tan kim Piauw.
Menurutnya, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan salah satu faktor yang jadi bahan pertimbangan dalam proses penentuan harga Leapmotor B10 ini.