Baca Juga: Suzuki Thunder Tangki Penuh BBM Ludes Usai Keluar SPBU, Warga Curigai Hal Ini
"Setelah sepeda motor macet, dia starter tidak bisa, mengeluarkan api, merambat ke BBM yang dia beli," jelasnya.
Melihat kobaran api yang membesar, pengendara Suzuki Thunder tersebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Api yang terlanjur membesar dari luapan BBM yang tumpah kemudian merembet dan membakar bagian depan rumah warga yang digunakan untuk tempat usaha penyewaan sound system.
Kobaran api juga turut menghanguskan satu unit mesin genset diesel dan satu unit mesin molen mini yang berada di sekitar lokasi.
Sebanyak empat unit armada yang terdiri dari dua unit mobil pancar dan dua unit mobil tangki dikerahkan untuk memadamkan api.
Api berhasil dipadamkan total dalam waktu 15 menit, sehingga tidak merembet ke lokasi lain yang berisiko menimbulkan kebakaran lebih hebat.
"Karena kalau merambat ke belakang lebih parah, karena di belakang pas ini adalah sekam untuk pembuatan tahu, pembakaran pembuatan tahu,” terangnya.
Petugas memastikan tak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Sementara itu untuk penanganan lebih lanjut mengenai identitas dan keberadaan pengendara Suzuki Thunder yang membawa jeriken BBM tersebut, pihak pemadam kebakaran telah menyerahkannya kepada pihak kepolisian yang berwenang.
Sementara itu salah satu saksi mata, Supardi mengatakan saat kejadian, pengendara Suzuki Thunder itu sempat menurunkan satu jeriken dari atas motornya.
Baca Juga: Thunder Si Musuh SPBU Ludes Saat Isi BBM, Gagal Engkol Berujung Petaka
"Tadi kan sepeda motor macet terus di-starter. Bensinnya diturunkan sini satu, terus di-starter lagi. Terus muni (bunyi,-red) mak jebluk gitu langsung murup (menyala api,-red)," ujarnya.
Supardi menyebutkan pengendara motor langsung melarikan diri saat api mulai membesar.
"(Yang punya motor,-red) bukan orang sini," terang Supardi.
Saat insiden kebakaran, rumah dalam keadaan kosong. Warga yang berada tepat di samping lokasi kebakaran lalu berhamburan menyelamatkan diri.
"Sini enggak ada. Sini kosong. Sing (yang ada orang,-red) ada sini. Sini, punyaku ini banyak orang, banyak sepeda motor juga. Aku jualan hik. Tapi sepeda motornya tak amankan dulu punyaku. Terus orangnya lari. Lari ke mana enggak tahu," tandasnya.