GridOto.com - Baterai di motor listrik memiliki charge cycle atau batas siklus pengisian daya yang ikut menentukan seberapa awet usia pakai baterai.
Semakin banyak jumlah charge cycle pada baterai, maka semakin lama pula baterai bisa digunakan.
Lalu bagaimana cara menghitung charge cycle yang sudah terpakai, apakah benar terhitung setiap baterai dicolok charger?
Raditya Wibowo, CEO MAKA Motors memberikan penjelasan mengenai charge cycle di baterai motor listrik.
"Charge cycle ini bukan berapa kali baterai dicas atau dicolok charger. Tetapi hitungnya berapa kali baterai diisi sampai 100 %, dan berlaku kelipatannya," buka Dito sapaan akrabnya.
Baca Juga: Indomobil eMotor Buka Layanan B2B, Biaya Operasional Motor Listrik Lebih Hemat
Dito memberikan contoh, jika kondisi baterai di motor listrik masih 80 persen, lalu dicas sampai 100 persen itu tidak dihitung 1 charge cycle.
"Itu kan pengisian yang terjadi di baterai berarti baru 20 persen. Ketika diisi sebanyak 80 persen lagi baru dihitung 1 charge cycle," jelas Dito.
Penghitungan charge cycle itu berlaku setiap satu kali pengecasan sebanyak 100 %.