Bukan Tidak Punya, Ini Alasan Xpeng Belum Bawa Model Hybrid ke Indonesia

Wisnu Andebar - Selasa, 30 Juni 2026 | 12:15 WIB

CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto

GridOto.com - Xpeng Indonesia ungkap alasan belum menghadirkan model hybrid ke pasar Tanah Air, meski pabrikan asal Cina tersebut sudah memiliki teknologi elektrifikasi selain mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV).

Salah satu model yang sudah mengadopsi teknologi tersebut adalah Xpeng X9 Extended Range Electric Vehicle (EREV).

Model ini telah dipasarkan di Cina sebagai opsi dari X9 versi listrik murni dengan menawarkan kombinasi motor listrik dan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator pengisi baterai.

Namun, untuk pasar Indonesia, Xpeng masih mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum membawa model dengan teknologi tersebut, terutama terkait regulasi dan insentif kendaraan.

CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto mengatakan, Xpeng sebenarnya memiliki teknologi hybrid.

Namun, penerapannya di Indonesia masih menunggu kejelasan regulasi pemerintah.

"Kami punya teknologi tersebut, tapi untuk masuk ke Indonesia masih mempertimbangkan regulasi dari pemerintah," ujar Djohan kepada GridOto.com, Minggu (28/6/2026).

Menurut Djohan, saat ini regulasi dan fasilitas yang diberikan pemerintah masih lebih banyak mengarah kepada kendaraan listrik murni.

Sementara kendaraan hybrid masih berada dalam posisi yang belum sepenuhnya jelas.

Baca Juga: Harga Xpeng X9 Facelift dan G6 Pro AWD Resmi Diumumkan, Mulai Rp 769 Juta

"Kami memang sempat sudah bicara, berdiskusi dengan Kementerian Perindustrian. Kami tahu bahwa saat ini yang mendapatkan fasilitas untuk pajak maupun dari hal berkendara di dalam kota itu adalah kendaraan listrik saja," katanya.

"Teknologi seperti PHEV ini sebenarnya juga punya baterai, tapi masih menggunakan bahan bakar. Jadi ini memang sedikit abu-abu, namun hari ini lebih cenderung kepada kendaraan ICE," lanjut Djohan.

Meski belum membawa model hybrid, Djohan menegaskan Xpeng tidak menutup peluang untuk menghadirkan teknologi tersebut di Indonesia.

Pihaknya masih melakukan komunikasi dengan pemerintah untuk melihat kemungkinan adanya dukungan regulasi maupun insentif.

"Kalau memang ini dianggap sebagai kendaraan yang lebih masuk ke kategori kendaraan listrik, kami melihat ini akan menjadi market yang sangat menarik," ujar Djohan.

Ia menambahkan, teknologi hybrid berpotensi menjadi pelengkap portofolio Xpeng di Indonesia apabila regulasi sudah mendukung.

"Bukan berarti kami tidak akan membawa kategori ini atau fitur ini ke Indonesia. Jadi kami akan bicara terus sama pemerintah, apakah ada insentif, apakah ada pengecualian dalam hal seperti yang kita tahu, misalnya ganjil genap. Kalau memang itu ada, mungkin kami tertarik," ungkapnya.

Wisnu/GridOto.com
Xpeng X9 facelift

Sebelumnya, Xpeng Indonesia baru saja memperkenalkan X9 facelift pada Minggu (28/6/2026).

Model MPV listrik premium tersebut hadir dalam tiga pilihan varian dengan harga mulai Rp 1,14 miliar.

Di pasar global, khususnya Cina, Xpeng X9 tidak hanya tersedia dalam versi listrik murni, tetapi juga memiliki varian EREV.

Teknologi tersebut menggabungkan motor listrik sebagai penggerak utama dengan mesin bensin 1.5 liter turbo yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai.

Dengan teknologi tersebut, X9 EREV menawarkan fleksibilitas jarak tempuh lebih panjang dibandingkan versi BEV.

Meski demikian, untuk pasar Indonesia, Xpeng masih fokus memasarkan kendaraan listrik murni.

Djohan menyebut hingga saat ini Xpeng belum memiliki rencana pasti untuk membawa model hybrid ke Indonesia.

"Untuk saat ini kami belum ada rencana untuk masuk ke model hybrid," tutup Djohan.

YANG LAINNYA