Digempur Mobil China, Raksasa Otomotif Ini Akan Tutup 4 Pabriknya

Ferdian - Minggu, 28 Juni 2026 | 17:00 WIB

Volkswagen

GridOto.com - Volkswagen dikabarkan sedang mempersiapkan langkah efisiensi besar-besaran.

Hal ini demi memperkuat daya saing menghadapi gempuran produsen mobil asal China yang terus mencatatkan pertumbuhan penjualan di berbagai pasar dunia, kecuali Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan Manager Magazin dan Reuters, CEO Volkswagen Group, Oliver Blume, telah mempresentasikan rencana tersebut kepada jajaran manajemen dan dewan pengawas perusahaan.

Dalam proposal itu, Volkswagen disebut akan menutup empat pabrik di Jerman serta memangkas sekitar 100.000 karyawan di seluruh dunia.

Jumlah tersebut merupakan tambahan dari rencana sebelumnya yang menargetkan pengurangan 50.000 tenaga kerja hingga akhir dekade ini.

Menukil CarExpert, empat pabrik yang masuk dalam daftar penutupan adalah Hanover, Zwickau, Emden, serta pabrik Audi di Neckarsulm.

Penutupan fasilitas-fasilitas tersebut diperkirakan akan berdampak pada sekitar 45.000 pekerja.

Baca Juga: Volkswagen ID. Polo Sebentar Lagi Meluncur, Interiornya Ada Rasa Retro

Hingga akhir 2025, Volkswagen Group memiliki 667.164 karyawan di seluruh dunia, dengan sekitar 43 persen di antaranya bekerja di Jerman.

Selain memangkas tenaga kerja, Volkswagen juga berencana mengurangi investasi sebesar 15 persen menjadi sedikit di atas 130 miliar euro dalam lima tahun ke depan.

Oliver Blume juga disebut ingin memisahkan merek Volkswagen sebagai entitas tersendiri dari divisi komponen (parts operation) milik grup.

Namun, rencana ini diperkirakan akan mendapat penolakan keras dari serikat pekerja maupun pemerintah negara bagian Lower Saxony yang merupakan pemegang saham terbesar kedua Volkswagen.

Juru bicara Volkswagen menolak mengomentari dokumen yang disebut masih bersifat rahasia.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa seluruh grup, termasuk seluruh merek dan anak usahanya, harus menjalani perubahan besar agar tetap kompetitif.

Sementara itu, serikat pekerja IG Metall bersama dewan pekerja Volkswagen menyatakan akan melawan jika rencana tersebut benar-benar dijalankan.

"Jika rencana ini diterapkan, kami akan melakukan segala upaya untuk mencegahnya," demikian pernyataan bersama mereka.

Baca Juga: Rainer Zietlow Bawa Volkswagen ID. BUZZ Blusukan Jakarta, Jajan Es Cendol Sampai Potong Rambut

Di Jerman, serikat pekerja memiliki posisi yang sangat kuat karena menguasai setengah kursi di dewan pengawas perusahaan.

Bahkan pada 2024, Volkswagen dan serikat pekerja telah menyepakati bahwa tidak akan ada penutupan pabrik di Jerman sebelum akhir dekade ini.

Pabrik Hanover saat ini menjadi markas Volkswagen Commercial Vehicles dan memproduksi ID. Buzz serta Multivan T7.

Sementara itu, pabrik Zwickau telah diubah menjadi fasilitas produksi khusus mobil listrik sejak 2020.

Saat ini pabrik tersebut memproduksi Volkswagen ID.3, ID.4, ID.5, Cupra Born, hingga Audi Q4 e-tron.

Pabrik Emden yang dibangun pada era 1960-an dulunya memproduksi Beetle dan Passat.

Kini fasilitas tersebut hanya memproduksi kendaraan listrik, yakni ID.4 dan ID.7.

Adapun pabrik Audi di Neckarsulm memproduksi Audi A5, A6, serta A8 yang akan segera dihentikan produksinya.

Baca Juga: Maxdecal, Volkswagen Indonesia dan EKRAF Kolaborasi, Hadirkan ID. BUZZ Untuk Ekspresi Diri

Langkah efisiensi besar-besaran ini disebut dipicu oleh terus menurunnya margin keuntungan Volkswagen.

Salah satu penyebab utamanya adalah pesatnya pertumbuhan produsen mobil China dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat bisnis Volkswagen di Negeri Tirai Bambu terus melemah.

Volkswagen sebenarnya merupakan salah satu pelopor produsen mobil asing di China sejak pasar otomotif negara tersebut dibuka untuk investasi asing pada 1980-an.

Berkat langkah itu, Volkswagen berhasil menjadi merek mobil terlaris di China selama hampir empat dekade, mulai 1986 hingga 2023.

Namun posisi tersebut akhirnya direbut BYD pada 2023.

Sepanjang 2025, Volkswagen Group menjual 2.693.800 kendaraan di China atau turun 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski masih menjadi merek mobil bermesin bensin dan diesel (ICE) terlaris di China, Volkswagen tertinggal dari para pesaingnya di segmen kendaraan listrik yang kini berkembang sangat pesat.

YANG LAINNYA