GridOto.com - Belum lama ini Porshe memberikan pernyataan tak akan ada seri 911 yang sepenuhnya bertenaga listrik.
Sebagai gantinya, akan ada mobil dengan sistem hybrid yang berorientasi pada performa sebagai bagian dari Strategy 2035 yang baru diumumkan perusahaan.
Melansir indianautosblog, strategi tersebut dipaparkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 23 Juni.
Peta jalan baru Porsche berfokus pada tiga pilar utama, yakni merek (brand), produk, dan operasional.
Meski begitu rincian lengkapnya baru akan diungkap pada akhir tahun ini.
Dengan menolak menghadirkan 911 versi listrik murni, Porsche menegaskan batas dalam strategi elektrifikasinya sebuah keputusan yang tampaknya tidak akan mudah diubah.
Dari sisi keuangan, pabrikan asal Jerman itu menargetkan pendapatan sebesar 35-36 miliar euro pada 2026, dengan margin laba operasional di kisaran 5,5-7,5 persen.
Proyeksi tersebut telah memperhitungkan berbagai biaya satu kali (one-off costs) serta meningkatnya tekanan akibat tarif perdagangan.
Baca Juga: Porsche Mulai Bersih-bersin Bisnisnya, Sebanyak 500 Karyawan Terancam PHK
Porsche juga mengusulkan pembagian dividen yang lebih konservatif dibandingkan tahun lalu.
Di sektor produk, Porsche mulai merampingkan strategi kendaraan listriknya.
Sejumlah varian Taycan telah dihentikan penjualannya di Amerika Serikat, sementara Cayenne Electric dipersiapkan menjadi model listrik andalan perusahaan.
Di balik layar, Porsche juga tengah melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari pembahasan restrukturisasi tenaga kerja hingga evaluasi strategi berbagi platform (platform sharing), demi menjaga daya saing di tengah perubahan cepat industri otomotif.
Sesuai karakter Porsche, masa depan memang akan semakin mengarah ke elektrifikasi.
Namun satu hal tetap dipertahankan yakni Porsche 911 akan tetap menjaga jiwanya sebagai mobil sport sejati, tanpa menjadi mobil listrik murni.