GridOto.com – Beberapa hari lalu Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sekitar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.
Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate dikhawatirkan berdampak pada penjualan mobil baru, khususnya konsumen yang membeli kredit.
Nemu, kenaikan BI Rate sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap penjualan BMW di Indonesia.
President Director BMW Group Indonesia, Peter 'Sunny' Medalla, mengatakan kondisi tersebut terlihat dari komposisi pembelian kendaraan BMW yang relatif seimbang antara konsumen yang menggunakan fasilitas pembiayaan dan pembelian tunai.
Menurut Sunny, hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya pengaruh langsung dari perubahan BI Rate terhadap performa penjualan BMW di pasar domestik.
"Sejauh ini BI Rate tidak memberikan dampak terhadap bisnis kami," ujar Sunny saat ditemui di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, portofolio penjualan BMW saat ini ditopang oleh konsumen yang membeli kendaraan secara kredit maupun tunai dengan proporsi yang hampir berimbang.
Kondisi tersebut membuat BMW memiliki basis pelanggan yang cukup beragam sehingga tidak terlalu bergantung pada satu metode pembayaran tertentu.
"So far, komposisi pembelian melalui pembiayaan dan tunai sangat seimbang di portofolio kami," jelasnya.
Baca Juga: Setelah BI Rate Naik, Ini Nasib Debitur Lama Kendaraan Bermotor