Bengkel Ungkap Komponen Mobil yang Sebaiknya Jangan Telat Diganti

Fahmy Fauzy Muhammad - Jumat, 26 Juni 2026 | 17:00 WIB

Pergantian timing belt mobil

GridOto.com- Menunda penggantian komponen mobil sering dilakukan pemilik kendaraan untuk menghemat pengeluaran.

Padahal, ada beberapa komponen yang justru bisa memicu kerusakan lebih besar jika dibiarkan terlalu lama.

De Bagas, penanggung jawab toko Aji Motor di Pasar Mobil Kemayoran, mengatakan ada beberapa komponen yang sebaiknya tidak ditunda penggantiannya.

"Kalau komponen ini sudah waktunya ganti, jangan ditunda-tunda, karena efeknya bisa ke komponen lain," ujar Bagas.

Menurutnya, timing belt menjadi salah satu komponen yang paling penting untuk diperhatikan.

FahmyFM/GridOto.com
Timing belt mobil putus

Baca Juga: Waspada, Ternyata Begini Dampak Kalau Timing Belt Mobil Putus

Jika timing belt putus saat mesin bekerja, kerusakan yang ditimbulkan bisa jauh lebih mahal dibanding biaya penggantian timing belt itu sendiri.

"Timing belt itu kelihatannya sederhana, tapi kalau putus bisa bikin biaya perbaikannya berat," kata Bagas.

Selain itu, kampas rem dan minyak rem juga termasuk komponen yang wajib diperhatikan kondisinya.

Kampas rem yang sudah tipis dapat mengikis permukaan cakram sehingga biaya perbaikannya menjadi lebih besar.

Sementara minyak rem yang sudah melewati masa pakainya dapat menurunkan kinerja sistem pengereman.

FahmyFM/GridOto
Cairan minyak rem DOT 4

Baca Juga: Awas, Bahaya Ini Mengintai Jika Kita Telat Kuras Minyak Rem Mobil

Oli mesin dan filter oli juga tidak boleh luput dari jadwal penggantian berkala.

Oli yang sudah terlalu lama digunakan akan kehilangan kemampuan melindungi komponen mesin dari gesekan.

Bagas juga mengingatkan pemilik kendaraan untuk tidak mengabaikan kondisi water pump pada sistem pendingin mesin.

"Kalau water pump bocor atau rusak, mesin bisa cepat panas dan ujung-ujungnya keluar biaya lagi buat perbaikan," jelasnya.

Menurut Bagas, mengganti komponen sesuai jadwal umumnya jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan yang sudah terlanjur merembet.

YANG LAINNYA