Bakal Jadi Rival Eksion PHEV dan Tiggo 8 CSH, DFSK E5 Plus Bidik Harga Kompetitif

Wisnu Andebar - Selasa, 23 Juni 2026 | 10:00 WIB

DFSK E5 Plus setir kanan launching di Hong Kong

GridOto.com - DFSK E5 Plus mulai membuka jalan menuju pasar Indonesia.

Mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini resmi diperkenalkan dalam versi setir kanan atau right-hand drive (RHD) di ajang 2026 International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong, Kamis (18/6/2026).

Kehadiran DFSK E5 Plus diproyeksikan menjadi salah satu pemain baru di segmen SUV elektrifikasi keluarga, yang saat ini diramaikan oleh sejumlah model seperti Wuling Eksion PHEV dan Chery Tiggo 8 CSH.

Meski belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia, DFSK memastikan E5 Plus akan hadir dengan strategi harga yang kompetitif.

Amy Gong, President of DFSK, mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan peluncuran E5 Plus sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

"Indonesia merupakan pasar penggerak kendaraan setir kanan yang sangat penting bagi kami. Saat ini, kantor pusat DFSK dan mitra lokal kami bekerja sama erat untuk memastikan peluncuran E5 Plus berjalan lancar dan stabil," ujar Amy Gong kepada GridOto.com di Hong Kong, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, DFSK ingin membawa E5 Plus dengan harga yang lebih mudah dijangkau agar teknologi kendaraan energi baru bisa dinikmati lebih banyak konsumen.

"Kami bertujuan menghadirkan harga yang inklusif agar lebih banyak pengemudi dapat menikmati kemudahan teknologi energi baru dan teknologi pintar," lanjut Amy.

Dok. DFSK
Amy Gong, President of DFSK

Ia menegaskan harga resmi DFSK E5 Plus untuk Indonesia baru akan diumumkan saat peluncuran yang rencananya berlangsung di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada Juli mendatang.

Baca Juga: DFSK E5 Plus Siap Untuk Pasar Indonesia, Begini Kata Bos DFSK Pusat

"Harga resmi untuk pasar Indonesia akan diumumkan saat peluncuran, dan kami akan segera membagikan informasinya. Silakan mengikuti pembaruan resmi kami untuk mendapatkan berita terbaru," jelasnya.

Jika melihat peta persaingan saat ini, DFSK E5 Plus bakal masuk ke arena yang cukup kompetitif.

Di kelas kendaraan elektrifikasi keluarga, model ini akan berhadapan dengan Wuling Eksion PHEV yang untuk 2.000 konsumen pertama dipasarkan dengan harga early bird mulai Rp 449 juta untuk tipe CE dan Rp 499 juta untuk tipe EX.

Sementara itu, Chery Tiggo 8 CSH hadir dengan rentang harga mulai Rp 449,9 juta hingga Rp 569,9 juta on the road Jakarta.

Dengan posisi tersebut, DFSK E5 Plus diperkirakan perlu memiliki banderol yang agresif agar mampu menarik perhatian konsumen Indonesia.

Secara global, DFSK E5 Plus mengusung teknologi SERES Super Hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik melalui sistem plug-in hybrid.

Model ini menggunakan mesin 1.500 cc dengan baterai berkapasitas hingga 25,3 kWh.

Berdasarkan pengujian WLTP, E5 Plus mampu melaju menggunakan tenaga listrik murni hingga 135 km.

Sementara jarak tempuh kombinasi mesin bensin dan motor listrik diklaim mencapai sekitar 1.200 km.

Dari sisi konsumsi bahan bakar, DFSK mencatat angka efisiensi hingga 5,7 liter per 100 km berdasarkan standar WLTP.

Untuk versi setir kanan yang menyasar pasar Asia Tenggara, DFSK juga melakukan sejumlah penyesuaian mulai dari sistem bantuan pengemudi, antarmuka pengguna, hingga dukungan bahasa regional termasuk bahasa Indonesia.

Varian intelligent driving E5 PLUS RHD dibekali radar gelombang 5 mm dan 22 sensor yang mendukung fitur bantuan berkendara.

Mobil ini juga memiliki sistem pandangan panoramik 540 derajat untuk membantu visibilitas saat bermanuver.

Dengan spesifikasi dan posisi yang ditawarkan, DFSK E5 Plus berpotensi menjadi penantang baru di segmen PHEV Indonesia.

Namun, faktor harga akan menjadi kunci utama apakah mobil ini mampu bersaing langsung dengan Wuling Eksion PHEV dan Chery Tiggo 8 CSH.

Kepastian harga DFSK E5 Plus di Indonesia masih harus menunggu pengumuman resmi saat peluncuran nanti.

YANG LAINNYA