China Berlakukan Aturan Baru Mulai 2026, Baterai Mobil Listrik Wajib Anti Meledak

Ferdian - Rabu, 17 Juni 2026 | 22:30 WIB

Posisi baterai mobil listrik ada di kolong mobil.

Setelah menjalani 300 kali pengisian cepat, baterai harus tetap aman dan tidak mengalami kebakaran maupun ledakan ketika dilakukan pengujian korsleting eksternal.

Sejumlah pakar yang dikutip Economic Information menilai standar baru ini akan mendorong konsolidasi industri kendaraan listrik di China.

Produsen yang mampu memenuhi persyaratan akan lebih diuntungkan, sementara persaingan harga murah dengan kualitas rendah dapat ditekan.

Dr Han Guangshuai dari Universitas Tongji mengatakan aturan ini juga akan membantu penilaian harga mobil listrik bekas menjadi lebih jelas dan mengurangi kekhawatiran perusahaan asuransi terhadap kendaraan listrik bekas.

Sementara itu, Kepala Ilmuwan CATL sekaligus akademisi Chinese Academy of Engineering, Wu Kai, menyebut tingkat kebakaran spontan kendaraan energi baru di China berpotensi menjadi sepuluh kali lebih rendah dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal setelah standar ini diterapkan sepenuhnya.

Sejumlah produsen besar telah menyesuaikan produknya dengan regulasi baru tersebut.

Meski demikian, para analis memperkirakan standar keselamatan yang lebih ketat ini dapat meningkatkan biaya produksi baterai.

Baca Juga: Presiden Jerman Dibujuk Prabowo Investasi Mobil Listrik dan Semikonduktor di Indonesia

Dampaknya, harga mobil listrik baru yang diluncurkan setelah Juli 2026 berpotensi mengalami kenaikan, tergantung strategi masing-masing produsen.

Ke depan, pemerintah China melalui Kementerian Industri dan Teknologi Informasi serta State Administration for Market Regulation akan terus menyempurnakan regulasi keselamatan kendaraan listrik, termasuk dengan menerbitkan standar baru untuk detektor kebakaran kendaraan yang berfungsi memberikan peringatan dini terhadap potensi gangguan termal pada baterai.

YANG LAINNYA