Jengkelin, Mobil Wisatawan Danau Toba Diancam Akan Dirusak Pria Sambil Minta Uang Rp 20 Ribu

Irsyaad W - Rabu, 17 Juni 2026 | 17:35 WIB

Pria ancam rusak mobil wisatawan Danau Toba dengan batu yang hendak dilempar ke kaca kalau tidak memberi uang Rp 20.000

Baca Juga: Nestapa Pekerja Jerambah Pelabuhan Gilimanuk, Sodorkan Karcis Rp 4.000 Dituding Pungli

IG/@sumaterainsightfeed
Pria pemilih lahan yang mengancam akan melempar batu ke kaca mobil wisatawan di bukit Anduhur, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir karena tak diberi uang Rp 20.000

"Menurut informasi yang beredar, pengunjung diminta uang masuk sebesar Rp20.000 secara paksa oleh seorang pria sambil membawa batu. Karena merasa takut, penumpang akhirnya memberikan uang tersebut,'' tulis narasi video.

Kasatreskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk membenarkan insiden itu.

Namun, kata Edward, itu merupakan peristiwa lama dan pelakunya inisial BS, sudah ditangkap, saat video itu viral sekitar sebulan lalu.

"Sudah lama itu kejadiannya (sebulan lalu), kita langsung bergerak cepat pelaku sudah diamankan," ujar Edward saat dihubungi melalui telepon seluler, (15/6/26) mengutip Kompas.com.

Lebih lanjut, Edward menjelaskan pelaku merupakan warga sekitar, saat kejadian wisatawan mendatangi salah satu spot wisata untuk berfoto.

Lokasinya ternyata milik keluarga pelaku.

"Intinya lokasi itu baru dikenal masyarakat lalu didatangi (wisatawan) melihat pemandangan. Terus pelaku siapkan tempat parkir dan kamar mandi gitu," ujar Edward.

Kemudian pelaku meminta uang parkir Rp 20.000 hingga terjadi cekcok dengan wisata lokal hingga akhirnya viral seperti video beredar.

Namun pasca diamankan pelaku sudah meminta maaf dan berjanji tidak melakukan perbuatannya lagi lalu korban juga tidak membuat laporan.

Polisi selanjutnya melakukan pembinaan kepada pelaku.

Baca Juga: Pulogadung Mencekam, Sopir Daihatsu Luxio Dipalak Pria Bersajam Terang-terangan di Lampu Merah

"Jadi kemarin sudah kita lakukan pembinaan dan dia (pelaku) telah meminta maaf tidak akan melakukan dan tidak akan ada lagi kejadian seperti itu," ucap Edward.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir,Tetty Naibaho mengatakan BS telah mendapatkan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Sudah dibina," ujar Tetty saat dihubungi melalui telepon seluler, (16/6/26) menukil Kompas.com.

Menurut Tetty, setelah dilakukan pembinaan, BS juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

"Saya mengaku salah dan saya minta maaf kepada masyarakat Samosir dan saya berjanji tidak akan mengulanginya kesalahan yang sama lagi," ujar BS dalam rekaman video yang diterima Kompas.com.

YANG LAINNYA