Petualangan berlanjut menuju Brunei Darussalam dengan mengunjungi Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien serta melintasi Jembatan Sultan Haji Omar Ali Saifuddien yang membentang sekitar 30 kilometer melintasi Teluk Brunei.
Puncak perjalanan terjadi ketika rombongan mencapai Tip of Borneo di Tanjung Simpang Mengayau, Sabah, yang merupakan titik paling utara Pulau Kalimantan.
Dari sana perjalanan dilanjutkan menuju Kundasang melalui jalur pegunungan berkelok dengan panorama Gunung Kinabalu yang ikonik.
Di balik kelancaran touring sejauh hampir 4.000 kilometer tersebut, panitia juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan bahan bakar.
Pasalnya, kendaraan asing di Malaysia diwajibkan menggunakan BBM RON 97 karena BBM RON 95 hanya diperuntukkan bagi warga negara Malaysia.
Hal itu membuat panitia harus menghitung secara detail titik pengisian BBM, jarak tempuh, hingga konsumsi bahan bakar masing-masing motor peserta.
"Perjalanan ini menjadi salah satu touring paling berkesan yang pernah kami selenggarakan. Bukan hanya soal menempuh ribuan kilometer, tetapi juga membangun persaudaraan, memperluas wawasan, dan memperkenalkan keindahan Pulau Borneo kepada komunitas internasional," tambah Arman.
Baca Juga: Seru! Komunitas PCX160 Healing Bareng Astra Motor Yogyakarta Lewat Agenda NGASAB
Setelah seluruh rute tuntas dilalui, rombongan kembali ke Pontianak pada 30 Mei 2026 dan menutup perjalanan melalui Gala Dinner yang digelar di Hotel Four Points Pontianak.
Acara berlangsung hangat dengan pemutaran dokumentasi perjalanan, hiburan live acoustic, pembagian doorprize, hingga penyerahan cenderamata khas Dayak sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta.
Kegiatan Honda Big BOS Borneo Journey Vol. 2 2026 mendapat dukungan dari Astra Motor, NJS Helmet, Ikatan Motor Indonesia (IMI), IMI Mobilitas, PT Daya Adicipta Motora, dan RRMF Apparel.