Terungkap, Ini Alasan Mobil Minum Pertamax Bisa Lebih Irit dari Pertalite

Ferdian - Minggu, 14 Juni 2026 | 13:00 WIB

ILUSTRASI. Isi bahan bakar Pertamax oktan 92.

GridOto.com - Masih banyak pemilik kendaraan yang belum menyadari kalau jenis bahan bakar yang digunakan dapat memengaruhi tingkat konsumsi BBM.

Pada dasarnya, bensin dengan angka oktan jadi lebih optimal sehingga penggunaan bahan bakar berpotensi menjadi lebih hemat.

Sebaliknya, pemakaian bensin dengan nilai oktan yang lebih rendah kerap membuat konsumsi BBM terasa lebih boros.

Pemilik bengkel AD Oya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Widodo, menjelaskan bahwa penggunaan bahan bakar beroktan tinggi memang bisa memberikan dampak terhadap efisiensi kendaraan.

"BBM dengan oktan tinggi membuat kendaraan lebih enteng, akselerasinya lebih baik, sehingga pasti akan lebih irit," ujar Dodo.

Meski demikian, ia menekankan bahwa efisiensi bahan bakar juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan pengemudi. Karena itu, tingkat keiritan setiap kendaraan tidak bisa disamaratakan.

"Tergantung dari cara berkendara pengemudi, karena kan ada yang karakternya selalu menginjak rem, atau mobil manual ada yang gas 'gede' baru lepas kopling," beber Dodo.

Baca Juga: Bahlil Buka Suara, Ungkap Alasan Pemerintah Menaikan Harga Pertamax Secara Tajam

Menurutnya, pada mobil bertransmisi otomatis perbedaan penggunaan jenis BBM juga dapat terlihat dari putaran mesin atau rpm yang dibutuhkan saat kendaraan mulai bergerak.

"Kalau kita pukul rata untuk mobil matik ya berdampak (lebih irit). Misal, perbandingan Pertamax di rpm 800 sudah bergerak mobilnya, kalau Pertalite di rpm 1.000 baru jalan. Hitungannya per sekian,” kata Dodo.

Pendapat serupa disampaikan Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi.

Ia menilai secara teori, bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi mampu memberikan performa yang lebih baik.

"Harusnya tarikan kendaraan menjadi lebih enteng karena oktannya tinggi. Mungkin bisa meningkatkan performa mesin dan bahkan mungkin juga bisa lebih irit," kata Didi.

Didi menjelaskan, penggunaan BBM dengan RON yang lebih tinggi membuat respons mesin menjadi lebih sigap sehingga pengemudi tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam.

"Jadi tidak perlu menginjak gas dalam-dalam, diinjak sedikit saja kendaraan sudah ngacir. Tetapi tergantung juga dengan jeroan mobilnya," kata Didi.

YANG LAINNYA