BBM Makin Mahal, Mobil Dinas Pemda Solo Raya Terancam Masuk Garasi

Ferdian - Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:30 WIB

Pemda Solo Raya mulai kandangkan mobil-mobil dinas seiring kenaikan harga Pertamax

GridOto.com - Sejumlah daerah kini mulai mempertimbangkan langkah efisiensi seiring kenaikan harga Pertamax 92 yang menyentuh angka Rp 16.250/liter.

Salah satunya dilakukan oleh pemerintah daerah di Solo Raya.

Contohnya seperti mengandangkan mobil dinas hingga mengganti transportasi OPD menggunakan bus sekolah.

Pemerintah Kota Solo jadi salah satu daerah yang mulai mempertimbangkan pembatasan penggunaan kendaraan dinas.

Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono, mengatakan usulan mengandangkan kendaraan dinas mulai dibahas sebagai langkah efisiensi penggunaan BBM.

“Ada masukan kendaraannya dikandangkan. Kalau mengandangkan kendaraan area parkir harus kita pertimbangkan,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Jumat (12/6).

Menurut Budi, Pemkot Solo saat ini masih menghitung skema efisiensi operasional kendaraan dinas tanpa menambah anggaran bahan bakar.

Baca Juga: Status Ratusan Kendaraan Dinas di Sidoarjo Tak Jelas, 147 BPKB Hilang

“Sedangkan untuk yang Pemkot kondisi efisiensi penggunaan BBM yang kita kurangi. Kalau kendaraan dinas punya jatah satu bulan berapa liter. Sementara anggaran tidak kita tambah dulu tapi masing-masing OPD melakukan penghematan kendaraannya,” terangnya.

Usulan efisiensi juga datang dari DPRD Surakarta. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surakarta, Honda Hendarto, mengusulkan pemangkasan operasional mobil dinas hingga 50 persen serta pengandangan kendaraan dinas di luar jam kerja.

“Apakah tidak lebih efektif apabila pemerintah kota melakukan sebuah kebijakan menghemat BBM efisiensi saja BBM 50 persen dari anggaran yang ada saat ini,” ungkapnya menukil TribunSolo.

Menurut Honda, pengurangan penggunaan kendaraan dinas dinilai lebih efektif dibanding kebijakan lain yang sebelumnya diterapkan pemerintah seperti work from home (WFH) maupun penggunaan sepeda.

“Itu akan lebih efektif akan lebih bermanfaat. Hasil efisiensi bisa digunakan kepentingan masyarakat yang lain. Sekaligus efisiensi BBM 50 persen dengan pertimbangan tertentu,” jelasnya.

YANG LAINNYA