Terlebih Trans Jatim menggunakan bahan bakar solar biasa yang bersubsidi.
"Tidak, tidak ada penyesuaian tarif. Tetap. Karena semangatnya Trans Jatim adalah memberikan layanan angkutan yang mudah, murah, meningkatkan konektivitas di kawasan Gerbangkertasusila," ujarnya.
Diketahui, bus Trans Jatim di tujuh koridor yang aktif hingga saat ini masih menggunakan tarif jauh dekat sebesar Rp 5.000 untuk masyarakat umum dan Rp2.500 untuk santri dan pelajar.
Tarif itu bisa digunakan selama dua jam tanpa harus membayar ulang.
"Jadi kita sekarang masih menunggu dari pusat. Kami tidak bisa memutuskan," pungkas Nyono.