"Tentu saja saya ingin menang, bertarung di depan, atau setidaknya bersaing dengan pembalap teratas. Tapi kalau saya sudah mengerahkan 100 persen kemampuan saya, maka saya akan puas, meskipun hasilnya hanya posisi ke-15," ujarnya.
Menurut peraih tiga kemenangan MotoGP tersebut, pola pikir itu tidak berubah hingga sekarang.
"Kalaupun Marc Marquez menang dengan motor Honda dan saya finis ke-15, selama saya tahu sudah melakukan yang terbaik, saya tetap merasa puas," katanya.
"Itu juga yang saya rasakan sekarang. Saya tidak bisa melakukan lebih baik dari yang saya lakukan saat ini, jadi saya cukup senang setiap kali turun dari motor."
Crutchlow percaya performanya akan meningkat jika memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan untuk mengendarai motor.
"Kalau saya sudah menempuh 7.000 km tahun ini, tentu semuanya akan jauh lebih mudah. Setiap kali mengendarai motor, Anda akan semakin berkembang."
"Anda akan lebih memahami motor, memiliki kecepatan menikung yang lebih baik, dan tidak perlu terlalu agresif saat membuka gas ketika keluar tikungan."
Baca Juga: Luca Marini Sudah Menebak Ada Bencana di Tikungan 1 MotoGP Hungaria, Begini Katanya
Ia mengibaratkan proses tersebut seperti pembalap yang baru pulih dari cedera atau seorang rookie yang masih beradaptasi.
"Ketika pembalap kembali dari cedera, awalnya mereka kesulitan. Namun semakin sering membalap, mereka akan semakin memahami motornya."
"Begitu juga dengan rookie. Awalnya mereka bisa tertinggal empat detik, tetapi seiring waktu mereka bisa menembus 10 besar. Jadi, saya melihat situasi ini dengan cara yang sama," tutup Crutchlow.