GridOto.com - Bagi pencinta Vespa klasik, istilah "salam mesin kanan" sudah menjadi identitas yang sangat melekat saat saling bertegur sapa di jalan raya.
Keunikan posisi mesin yang diletakkan di sisi kanan bodi ini memang sangat kontras dengan motor lain yang umumnya menempatkan jantung pacu tepat di bagian tengah.
Lants mengapa tata letak mekanis yang tidak biasa ini bisa tercipta?
Jawabannya ternyata tersimpan dalam lembaran sejarah awal mula perancangan motor asal Italia di era pasca-Perang Dunia II.
Kisah rancang bangun ikonik ini bermula ketika kondisi perekonomian Italia hancur lebur akibat dampak perang.
Pembangunan di sektor otomotif skala besar pun menjadi sangat sulit dilakukan.
Di tengah situasi sulit di mana masyarakat sangat membutuhkan alat transportasi murah untuk memutar kembali roda ekonomi, Enrico Piaggio hadir membawa sebuah visi besar.
Pengusaha yang sebelumnya bergerak di industri penerbangan ini kemudian menggandeng Corradino D'Ascanio, seorang insinyur aeronautika andal yang telah bekerja untuk keluarga Piaggio sejak tahun 1934. D'Ascanio pun diserahi tanggung jawab penuh untuk merancang sebuah kendaraan baru yang serba-bisa.
Ia harus gampang dioperasikan, kokoh, murah, tetapi juga nyaman, anggun, mudah dikendarai oleh perempuan, tidak menodai pakaian, serta mampu mengangkut barang bawaan, banyak mau banget kan?
Baca Juga: Bukan Kolektor, Dua Kuli Bangunan Kepincut Vespa Antik Ini Terancam Bui 9 Tahun