GridOto.com - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memperluas program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dikenal lewat Life Skill Training Center (LSTC).
Jika sebelumnya program tersebut identik dengan pelatihan mekanik hingga pengembangan kapasitas mitra pengemudi, tahun ini MPMX mulai menyasar pelaku usaha dari kalangan penyandang disabilitas melalui program bertajuk MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan otomotif tersebut dalam memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, khususnya bagi pelaku UMKM penyandang disabilitas.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari teman netra dan teman daksa terpilih mengikuti program yang berlangsung selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026.
Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari literasi keuangan, manajemen risiko finansial, digital security, etika digital hingga etika bisnis yang dinilai penting untuk menunjang keberlangsungan usaha di era digital.
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, mengatakan program ini dirancang tidak sekadar menjadi pelatihan, melainkan ruang kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha disabilitas.
"Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi, baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan," ujar Natalia melalui keteranganya, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, akses terhadap pengetahuan dan pengembangan kapasitas masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha penyandang disabilitas.
Karena itu, MPMX mencoba menghadirkan pendampingan yang lebih komprehensif, mulai dari pelatihan, mentoring hingga dukungan modal usaha.
Baca Juga: Andalkan Bisnis Ritel Motor, MPMX Berhasil Amankan Pertumbuhan Laba Bersih 8 Persen
"Kami percaya setiap pelaku usaha memiliki potensi besar, dan akses terhadap pengetahuan dapat menjadi salah satu kunci untuk membuka peluang tersebut," lanjut Natalia.
Sebagai informasi, program LSTC yang menjadi cikal bakal MPM BISA sudah berjalan sejak 2015.
Awalnya program tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga mekanik yang menjadi bagian dari rantai bisnis otomotif MPMX.
Dalam perkembangannya, cakupan program diperluas ke penguatan literasi keuangan bagi komunitas pengemudi ojek online, taksi online hingga mahasiswa.
Pada pelaksanaan tahun ini, peserta juga akan mendapatkan sesi mentoring dan penilaian bisnis.
Menariknya, tiga peserta terbaik akan memperoleh dana hibah sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.
Penentuan penerima hibah dilakukan berdasarkan komitmen peserta selama program berlangsung, konsistensi mengikuti pelatihan, serta kemampuan menerapkan materi yang diperoleh ke dalam rencana pengembangan usaha.
Tak hanya melibatkan peserta, sejumlah karyawan MPMX juga turun langsung sebagai fasilitator dan trainer.
Mereka berbagi pengalaman praktis terkait pengelolaan usaha, pengelolaan keuangan hingga pemanfaatan teknologi digital yang relevan dengan kebutuhan para pelaku UMKM.
Melalui program ini, MPMX berharap dapat menciptakan dampak yang lebih luas, sekaligus membuka akses yang lebih setara bagi penyandang disabilitas untuk berkembang sebagai pelaku usaha mandiri.