GridOto.com - Seorang pemuda berusia 26 tahun asal Probolinggo, Jawa Timur terluka parah dibogem dan diinjak-injak massa.
Itu Ia dapatkan setelah berlagak hendak beli Honda PCX bekas yang ditawarkan di marketplace.
Pemuda itu harus menjalani perawatan intensif karena sempat tidak sadarkan diri.
Pemuda berinisial AW (26) itu menjadi sasaran amuk massa setelah tepergok mencuri Honda PCX di Dusun Krajan I, Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, (9/6/26) malam.
Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin mengungkapkan, pencurian tersebut bermula saat AW menghubungi Mahali, pemilik Honda PCX bernomor polisi N 5784 TEC yang hendak dijual.
Namun, Mahali sedang berada di Madura.
Mahali lantas meminta kerabatnya, Mujiono, untuk menemui AW di rumahnya.
"Saat bertemu di rumah korban, terduga pelaku ini berpura-pura memeriksa kondisi fisik sepeda motor, termasuk bagian speedometer," ujarnya, (10/6/26) melansir Kompas.com.
AW diduga memanfaatkan kelengahan Mujiono yang mencarikan spion.
AW langsung menyalakan mesin dan membawa kabur skutik besar tersebut.
Baca Juga: Pedagang Motor Bekas Terancam Denda Rp 500 Juta, Dijebak Pembeli dan Polisi Saat COD Yamaha NMAX
"Melihat motor dibawa kabur, saksi (Mujiono) langsung berteriak maling dan melakukan pengejaran bersama warga lainnya," imbuh Nanang.
Pelarian AW terhenti di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Winongan.
Mendengar teriakan yang terus bersahutan, sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berujung pada aksi amuk massa.
Pihak kepolisian yang datang ke lokasi mencoba melerai dan menenangkan warga.
Proses evakuasi pelaku pun berjalan dramatis karena banyaknya massa yang tersulut emosi.
"Memang cukup berat karena massa sangat banyak. Alhamdulillah kami dan anggota berhasil mengevakuasi terduga pelaku dari kerumunan massa," beber Nanang.
Akibat amukan massa tersebut, pelaku mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kondisi AW yang sebelumnya tidak sadarkan diri akibat pendarahan, saat ini sudah mulai sadar.
"Untuk meminta keterangan secara lengkap, kemungkinan akan kami lakukan setelah kondisinya lebih baik dan kesehatannya memungkinkan," tambahnya.
Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa Honda PCX milik korban, satu unit motor lainnya yang digunakan pelaku saat beraksi.