GridOto.com - Mewakili redaksi, saya berkesempatan langsung mencoba Wuling Eksion PHEV dalam kegiatan media drive bertajuk 'Exploring Family Journey'.
Perjalan dimulai dari kota Yogyakarta menuju Pangandaran, lanjut ke Bandung dan finish di Jakarta.
Rute yang dipilih dalam perjalanan ini bukan rute berjalan datar saja, tetapi rombongan mengambil rute jalur selatan pulau Jawa yang terkenal dengan elevasi yang cukup tinggi.
Selama di balik kemudi, ternyata 4 pilihan energy mode Wuling Eksion PHEV bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan di jalan.
"Wuling Eksion sudah terdapat energy mode dan settingannya," buka Aji Ibrahim selaku Product Planning Wuling Motors Indonesia kepada GridOto pada Senin lalu (08/06/2026).
Baca Juga: Sejauh Ini Jarak Tempuh Wuling Eksion PHEV Menggunakan Mode EV
"Kami punya 4 mode berkendara yang bisa dipilih, ada mode EV Max, EV First, Hybrid dan Fuel Priority," tambahnya.
Sesuai dengan namanya, pada mode EV Max Wuling Eksion akan memaksimalkan State Of Charge (SOC) pada baterai sehingga mobil ini bergerak layaknya mobil listrik.
"Pada EV Max kita bisa menggunakan SOC baterai sampai dengan 12 persen," kata Aji.
"Setelah 12 persen mode berkendara itu akan secara otomatis pindah ke hybrid untuk mengisi daya sampai batas yang kita inginkan," tambahnya saat ditemui di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Mirip dengan EV Max, pada mode EV First membuat gerak Wuling Eksion PHEV sepenuhnya berasal dari motor listrik.
"Bedanya EV First bisa digunakan sampai SOC baterai tersisa 35 persen," kata Aji.
"Jadi, setelah baterai tersisa 35 persen. Mobil secara otomatis pindah ke mode hybrid," tambahnya
Sedangkan pada mode Fuel Priority, gerak kendaraan diutamakan berasal dari motor listrik.
Baca Juga: Coastal Exploration Journey Resmi Digelar, Wuling Eksion PHEV Diuji di Lintas Selatan Jawa
"Mode ini yang dipakai adalah EV-nya (dari motor listrik) terlebih dahulu. Dari SOC baterai 100 persen sampai 70 persen pakai penggerak listrik menggunakan daya baterai," tambahnya.
Lanjut Aji menegaskan kalau fuel priority bukan pakai bensin sepenuhnya.
"Pada mode ini mengutamakan penggunaan bensin yang lebih banyak daripada EV," kata Aji.
Asyiknya Wuling Eksion bisa bergerak sebagai paralel hybrid maupun serial hybrid.
"Mesin nanti bisa berkerja sebagai generator yang hanya mengisi daya pada baterai," jelas Aji.
"Dan baterai akan melanjutkan energinya ke roda atau motor listrik untuk menggerakan kendaraan," tambahnya.
Selain itu, Wuling Eksion juga bisa bergerak dengan sistem paralel hybrid.
"Dimana mesin dan juga motor (listrik) bergerak bersamaan untuk menggerakan Wuling Eksion PHEV," tutupnya.