Jangan Diabaikan, Ini Ciri-ciri Baterai Mobil Hybrid dan Listrik Bermasalah

Ferdian - Senin, 8 Juni 2026 | 20:00 WIB

Ilustrasi mobil hybrid

GridOto.com - Baterai adalah komponen utama yang menentukan kinerja mobil hybrid maupun kendaraan listrik murni (EV).

Sebagai sumber energi penggerak, kondisi baterai memang harus selalu terjaga supaya kendaraan dapat beroperasi secara optimal.

Seiring bertambahnya usia dan intensitas penggunaan, performa baterai juga dapat menurun.

Kalau kondisi tersebut dibiarkan, berbagai gejala bisa mulai muncul dan memengaruhi kenyamanan serta performa kendaraan.

Menariknya, tanda-tanda baterai bermasalah pada mobil hybrid berbeda dengan yang terjadi pada mobil listrik murni.

Melansir Kompas.com, Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono menjelaskan bahwa pada mobil hybrid, salah satu indikasi yang paling sering dirasakan adalah konsumsi bahan bakar yang meningkat dibanding biasanya.

Selain itu, karakter pengereman juga bisa berubah dan terasa lebih keras saat digunakan.

Tak hanya itu, sistem pendingin kabin juga dapat menunjukkan gejala yang tidak normal.

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Mobil Hybrid Lama Menganggur Bisa Berakhir di Bengkel

AC terkadang mampu menghasilkan udara dingin dengan baik, namun di waktu lain performanya menurun atau tidak dingin sama sekali.

Kondisi ini dapat terjadi akibat sistem kelistrikan yang tidak bekerja maksimal karena kemampuan baterai mulai melemah.

Karena itu, pemilik mobil hybrid perlu waspada kalau kendaraan mendadak lebih boros, rem terasa berbeda, atau AC bekerja tidak stabil.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi sinyal awal adanya penurunan performa baterai yang perlu segera diperiksa lebih lanjut.

Dok. Wuling Motors
Ilustrasi Baterai mobil listrik

Sementara pada mobil listrik murni, tanda kerusakan atau gangguan baterai umumnya lebih mudah dikenali karena langsung berdampak pada performa.

Salah satu gejala yang kerap muncul adalah aktifnya turtle mode atau mode kura-kura.

Saat mode ini aktif, sistem mobil secara otomatis membatasi tenaga yang dikeluarkan untuk melindungi baterai dan komponen kelistrikan lainnya.

Akibatnya, kecepatan mobil dibatasi dan umumnya hanya mampu melaju di kisaran 30 hingga 40 km/jam meskipun pedal akselerator diinjak penuh.

Baca Juga: Pengguna Mobil Hybrid Wajib Tahu, Begini Cara Aman Dipakai Mudik Jarak Jauh

Dalam kondisi tersebut, respons kendaraan akan terasa sangat lambat dibandingkan saat beroperasi normal.

Pembatasan performa ini merupakan bagian dari sistem keamanan yang dirancang untuk mencegah kerusakan yang lebih serius pada baterai.

Apabila mobil listrik tiba-tiba kehilangan tenaga dan tidak mampu mencapai kecepatan normal, pemilik kendaraan disarankan segera melakukan pengecekan di bengkel agar penyebab gangguan dapat diketahui lebih cepat.

Yogig menegaskan, baik pengguna mobil hybrid maupun kendaraan listrik murni tetap perlu melakukan pemeriksaan berkala.

Langkah ini penting untuk memantau kondisi baterai sekaligus mencegah potensi kerusakan yang lebih besar di masa mendatang.

YANG LAINNYA