GridOto.com - Minat meminang mobil listrik BEV (Battery Electric Vehicle) bekas pasti khawatir soal baterainya.
Hal tersebut wajar karena mobil listrik ini bertenaga baterai sebagi penyimpanan energi agar mobil bisa berjalan.
Bicara soal baterai mobil listrik bekas pasti enggak asing dengan istilah SOH (State Of Health)
"SOH ini menunjukkan kapasitas maksimum baterai secara keseluruhan dibandingkan saat pertama kali dibeli," buka Sumarno selaku Founder Swaz Training Academy.
Metrik pengukuran baterai ini bisa mengukur seberapa sehat baterai setelah beberapa lama digunakan.
Baca Juga: Kampas Rem Aftermarket Brembo Tersedia Buat Mobil Listrik ini
"Idealnya, baterai yang dikatakan masih bagus itu memiliki SOH di atas 80 persen," jelasnya.
Bagaimana cara menghitung SOH pada baterai mobil listrik bekas?
"Gampang saja kok, pertama kita harus tahu dulu berapa akumulasi daya listrik yang sudah pernah terisi pada baterai dari awal mobil dirakit sampai saat pengecekan," terang pria yang juga berprofesi sebagai inspektor mobil bekas.
Misalnya akumulasi daya listrik 2.970 Ah di mobil BYD Atto 1 yang kapsitas per cell nya 100 Ah.
Maka akumulasi dibagi kapasitas per cell sehingga mendapat angka 2.970 : 100 = 29,7 yang dibulatkan 30.
Baca Juga: Biar Tidak Rusak Parah, Jangan Lakukan Ini Jika Mobil Listrik Terendam Banjir
"Rata-rata cycle baterai jenis LFP itu mencapai 3.000 cycle, jadi 3.000 : 30 = 0,01 atau dibulatkan 1 persen," terangnya lagi
Artinya baterai baru terpakai 1 persen dari total cycle baterai LFP yang efektifnya 3.000 cycle, bisa dikatakan kondisinya masih sangat baik.
Perhitungan ini mudah kok, namun ya kita harus tahu dulu akumulasi daya listrik yang pernah baterai terima, bukan patokannya dari odometer jarak tempuh ya," tutup Sumarno.