Jual Honda BeAT Bapak Rp 1,5 Juta Buat Drama Kena Begal, Mas Priyo Sampai Lukai Diri Demi Dalami Peran

Irsyaad W - Jumat, 5 Juni 2026 | 18:00 WIB

Ilustrasi aksi begal motor Honda BeAT di dekat Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang ternyata drama palsu

GridOto.com - Sempat heboh aksi begal motor di kawasan Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Setelah diselidiki Polisi, ternyata itu semua hanyalah drama palsu yang dibuat oleh warga bernama Nugroho Priyo Wicaksono.

'Sinetron' palsu itu dibuat mas Priyo demi tutupi fakta jika Honda BeAT tahun 2014 milik bapaknya tersebut sebenarnya sudah dijual Rp 1,5 juta olehnya.

Karena takut dimarahi orang tuanya, maka Priyo membaut drama begal tersebut dan sampai-sampai ia nekat melukai diri demi mendalami peran.

Aparat kepolisian memastikan peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Senin (1/6/26) malam tersebut hanyalah cerita fiktif alias rekayasa begal.

Warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan itu akhirnya mengakui bahwa dirinya sengaja membuat laporan palsu.

Motif di balik aksi nekatnya tersebut murni karena tekanan finansial.

Di hadapan penyidik Polsek Kraksaan, Nugroho membeberkan pengakuan korban begal palsu tersebut.

Ia menjelaskan dirinya terdesak kebutuhan ekonomi keluarga, sehingga nekat menjual Honda BeAT tahun 2014 milik ayahnya seharga Rp 1,5 juta.

Rencana penjualan motor matic tersebut rupanya sudah ia pikirkan matang-matang sejak satu bulan sebelum kejadian.

Baca Juga: Pecatan Satpam Ngaku TNI AL di Depan Polisi, Jual Motor Rp 6,5 Juta Buat Drama Jadi Korban Begal

Ahsan Faradisi/TribunJatim.com
Dalam lingkaran biru, Nugroho Priyo Wicaksono yang membuat drama begal motor palsu di kawasan Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pada malam itu, sekitar pukul 21.30 WIB, Nugroho menemui pembeli untuk melakukan transaksi tunai.

Guna memperkuat skenario dirinya menjadi korban kejahatan jalanan, Nugroho menyusun rencana ekstrem dengan melukai tubuhnya sendiri menggunakan silet.

"Saya melukai tangan dan kepala saya sendiri menggunakan silet, kemudian meminta bantuan seseorang yang tidak saya kenal untuk diantar berobat ke RS Waluyojati Kraksaan," jelas Nugroho saat memberikan klarifikasi di Polsek Kraksaan menukil TribunJatim.com.

Nugroho menegaskan dalam peristiwa tersebut sama sekali tidak ada pelaku begal, aksi pengadangan, maupun perampasan motor.

Semua alur cerita dirancang dan dieksekusi oleh dirinya sendiri tanpa melibatkan orang lain.

"Saya membuat cerita palsu bahwa saya telah dibegal. Saya melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi keluarga," ujarnya lesu.

Atas kegaduhan yang ditimbulkannya, Nugroho secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada kepolisian dan masyarakat Probolinggo.

Ia menyebut seluruh uang hasil penjualan motor telah habis digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Probolinggo dan kepada kepolisian, khususnya Polres Probolinggo, atas informasi yang tidak benar tersebut. Hasil penjualan sepeda motor itu saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," tegasnya.

Sebelum skenarionya terbongkar, informasi mengenai pembegalan di Kraksaan ini sempat menyebar cepat dan memicu keresahan publik.

Baca Juga: Begal Motor di Kendal Akting Jadi Polisi, Hukum Bocah Lari Keliling Lapangan Gasak Honda BeAT

Nugroho yang juga dikenal bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, awalnya diisukan dibegal setelah mengantar istrinya untuk piket malam di rumah sakit tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) rekayasa tersebut berada di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Kraksaan Wetan, tepatnya di sekitar Makam Pahlawan.

Informasi awal dari warga sekitar bahkan menyebutkan korban diadang dan diserang secara brutal.

"Korban ini baru mengantar istrinya, dia pulang dari rumah sakit. Tiba-tiba ada orang yang langsung membacok," kata Fathol Arifin, seorang warga di sekitar TKP saat dimintai keterangan awal.

Arifin menambahkan, warga sempat iba karena Nugroho ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di bagian kepala serta lengan, sementara motor Honda BeAT-nya dilaporkan raib dibawa kabur pelaku.

Menanggapi laporan awal tersebut, Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur bersama anggotanya langsung bergerak cepat melakukan olah TKP dan memeriksa Nugroho yang kala itu sedang dirawat di ruang IGD RSUD Waluyo Jati.

Namun, dari hasil pengembangan penyidikan, polisi menemukan banyak kejanggalan hingga akhirnya Nugroho mengakui kebohongannya.

Masykur menyatakan, kasus dugaan pembegalan ini resmi dinyatakan selesai setelah statusnya terbukti sebagai laporan palsu.

"Jadi sudah selesai jika informasi dugaan pembegalan di sekitar makam pahlawan itu tidak benar adanya atau laporan palsu, dan sudah diakui sendiri oleh korban," papar Masykur.

Kendati demikian, pihak kepolisian menyayangkan aksi nekat Nugroho.

Masykur mengimbau keras kepada masyarakat luas agar tidak membuat atau menyebarkan informasi bohong (hoaks) karena dapat merusak kondusifitas wilayah.

"Kami berharap kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Dengan alasan apa pun, cerita bohong seperti ini dapat meresahkan masyarakat dan mengganggu situasi kamtibmas yang selama ini kondusif," tutur Masykur menutup keterangannya.

YANG LAINNYA