Truck Body Builder Advisor DCVI, Hendro Sembodo, menjelaskan bahwa setiap aplikasi kendaraan memiliki karakteristik berbeda.
“Setiap aplikasi kendaraan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami terlibat sejak tahap awal untuk melakukan pratinjau desain, distribusi beban, titik pemasangan body, hingga karakteristik operasional kendaraan yang diinginkan. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan integrasi antara sasis dan body dapat berjalan baik sesuai standar teknis Mercedes-Benz truck,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada aplikasi seperti dump truck dan logging truck, tantangan operasional yang dihadapi jauh berbeda dibanding penggunaan di jalan raya.
Karena itu, dibutuhkan kolaborasi intensif agar kendaraan tetap optimal saat digunakan di kondisi berat.
Sebagai mitra karoseri, MTU memiliki pengalaman dalam membangun berbagai jenis kendaraan niaga, mulai dari dump truck, water truck, fuel truck, hingga kendaraan khusus lainnya.
Perusahaan ini juga didukung fasilitas produksi seluas empat hektar dengan kapasitas hingga 1.500 unit per tahun.
Direktur MTU, Syarifuddin Tangka, menyebut kebutuhan konsumen kini semakin spesifik dan menuntut solusi yang lebih komprehensif.
“Pelanggan saat ini tidak hanya mencari kendaraan yang kuat, tetapi juga solusi bagi kebutuhan operasional mereka. Karena itu kolaborasi teknis dengan DCVI menjadi sangat penting. Dukungan yang diberikan melalui tim BBA membantu memastikan kendaraan yang kami bangun dapat memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mempertahankan standar kualitas, keselamatan, dan performa yang dibutuhkan,” paparnya.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, DCVI juga mengajak sejumlah media melihat langsung proses produksi di fasilitas MTU di Karawang.
Baca Juga: DCVI Siagakan 8 Bengkel dan 4 Servis Poin Lebaran 2026, Siap Tangani Armada Bus Bermasalah
Mulai dari tahap fabrikasi, perakitan, hingga finishing, seluruh proses pembangunan bodi kendaraan niaga diperlihatkan secara menyeluruh.
Lewat kolaborasi ini, DCVI berharap sinergi antara APM, diler, dan karoseri nasional dapat terus diperkuat.
Tujuannya tidak hanya menghadirkan kendaraan yang sesuai kebutuhan pasar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekosistem industri kendaraan niaga di Indonesia.