Borok Matel Aniaya Brimob di Serang Terkuak, Dua Fortuner Tarikan Tak Disetor ke Leasing

Ferdian - Jumat, 5 Juni 2026 | 08:35 WIB

Polisi berhasil bongkar siasat nakal debt collector yang menganiaya anggota Brimob saat menjalankan aksinya

Penyidik menduga kendaraan-kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas penagihan kendaraan bermasalah yang dilakukan secara melawan hukum.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku diduga menjalankan modus dengan memanfaatkan aplikasi khusus untuk mendeteksi kendaraan yang mengalami tunggakan pembayaran kredit.

Setelah mengetahui lokasi kendaraan yang menjadi target, para pelaku kemudian menghentikan kendaraan tersebut di jalan dan meminta sejumlah uang kepada penguasanya.

“Apabila pemegang kendaraan memberikan sejumlah uang, kendaraan akan dilepas kembali. Namun jika tidak memberikan uang, kendaraan tersebut akan diambil oleh para matel,” ungkap Dian melansir TribunBanten.

Tidak hanya itu, penyidik juga menemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan kendaraan hasil penarikan.

Sejumlah kendaraan yang berhasil dikuasai tidak seluruhnya diserahkan kepada perusahaan pembiayaan atau leasing yang memberikan penugasan.

Baca Juga: Geger Toyota Agya Diadang dan Ditimpuk Helm di Puncak Pass, Nama Debt Collector Ikut Terseret

Sebaliknya, kendaraan tersebut diduga diperjualbelikan secara pribadi atau digunakan untuk kepentingan operasional kelompok penagih utang tersebut.

“Untuk kendaraan yang berhasil dikuasai, ada yang diperjualbelikan sendiri oleh para matel dan tidak disetorkan kepada leasing yang memberikan tugas, melainkan digunakan untuk operasional. Seperti dua unit Toyota Fortuner milik leasing yang tidak diserahkan kepada leasing, tetapi digunakan untuk operasional dengan menggunakan sejumlah pelat nomor palsu,” jelasnya.

Temuan tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman penyidikan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Banten guna mengungkap kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.

YANG LAINNYA