Karena masih penasaran saya melanjutkan rute tol hingga keluar di Gerbang Tol Sawangan.
Sebelum keluar tol, konsumsi BBM Honda Brio ini terlihat menyentuh 25,2 km/l.
Pada hari berikutnya, giliran saya mencoba kesigapan mesin dan transmisi Honda Brio.
Baca Juga: Honda Brio Satya S CVT Meluncur di Indonesia, Segini Harganya
Rutenya tetap di jalan tol namun bergeser ke arah Serpong atau BSD.
Saat diinjak gas dalam-dalam rupanya transmisi CVT butuh waktu untuk menyalurkannya.
Alhasil RPM sedikit meraung namun tidak lama, setelah menyentuh RPM yang tepat, kecepatan mulai menyeimbangkan.
Lantas bagaimana hasilnya kalau ditest pada jalanan biasa dengan lalu lintas yang lebih padat?
Teman-teman kami dari tim test driver GridOto pernah melakukannya.
Pengujiannya dilakukan di rute Dalam Kota dengan kecepatan 22 km/jam dan jarak tempuh 50 km, hasilnya tembus 16,2 km/l.
Sedangkan saat ditest di rute Tol yang kecepatan rata-ratanya 90 km/jam, konsumsi BBM Honda Brio mencapai 20 km/liter.
Oya, meskipun Honda Brio termasuk hatchback kompak, kabinnya masih terasa cukup luas.
Posisi stir juga bisa diatur ketinggiannya melalui pengaturan tilt steering.
Yang paling asyik ketika saya menggunakan headunit Honda Brio RS.
Terutama saat menyambungkan headunit dengan smartphone Android.
Headunit langsung sigap mengubah tampilannya menjadi mode yang mudah digunakan saat mengemudi.