Kasih Ide Dikit, Tiga Brand Ini Bisa Kecipratan Teknologi Ferrari Luce

Rayhansyah Haikal Wishnumurti - Kamis, 28 Mei 2026 | 17:30 WIB

Tampak belakang Ferrari Luce.

GridOto.com - Ferrari Luce telah meluncur pada Senin (25/5) lalu dan langsung meraup banyak pro dan kontra.

Pusaran pro dan kontra Ferrari Luce kebanyakan terpaut pada desainnya yang berkolaborasi dengan firma LoveFrom pimpinan Sir Jony Ive.

Namun di luar dari kontroversi mengenai desainnya, Ferrari memiliki 'ladang emas' baru berupa platform Ferrari Elettrica.

Platform listrik khas Ferrari ini berikan performa tinggi selagi modularitas untuk dikembangkan ke banyak mobil.

Paling menarik tentunya adalah dari motor listrik independen per roda, dengan tenaga maksimal 1.035 dk dan bertorsi 990 Nm di motor.

Ditambah baterai 122 kWh, Luce diklaim bisa menempuh jarak sampai 530 kilometer selagi bisa mencapai kecepatan 310 km/jam.

Maserati
Maserati GranTurismo Folgore menjadi mobil listrik pertama Maserati.

Baca Juga: Ferrari 296 Speciale, Arah Baru Performa Tinggi yang Lebih Stabil

Tentu dengan teknologi paten ini, Ferrari bisa 'berbagi' platform Luce dengan beberapa brand Italia lainnya yang belum memiliki mobil listrik flagship atau hendak mendorong elektrifikasi lebih lanjut.

Pertama adalah Maserati, yang punya sejarah mewujudkan Maserati Quattroporte dengan mesin Ferrari F136.

Saat ini, Maserati masih cukup setia dengan memberikan konsumen global alternatif dari BMW dan Mercedes lewat Maserati Grecale dan GranTurismo.

Maserati juga masih mempertahankan MC20 yang notabene memakai mesin V6 Nettuno yang rancangannya memiliki kemiripan dengan Ferrari F154 V8.

Sayangnya, Maserati belum memiliki kendaraan listrik yang bisa bersanding dengan Maserati GranTurismo Folgore.

Mungkin saja dengan platform Luce, terbuka kemungkinan Maserati keluarkan 'Quattroporte Folgore' di masa depan.

Lancia / Road & Track
Lancia Thema 8.32.

Baca Juga: Jeep Wrangler dan Gladiator Punya Warna Baru, Perempuan Pasti Suka! 

Kedua adalah Lancia, yang saat ini jadi salah satu brand kenamaan Stellantis tapi kini terdefinisi oleh badge engineered product dari Peugeot.

Lancia punya sejarah yang lekat dengan Ferrari, seperti Stratos yang memakai derivatif Dino V6.

Tidak lupa Lancia pernah merilis Thema 8.32 yang memakai versi crossplane dari V8 pada Ferrari 308 Quattrovalvole.

Tentu dengan platform Luce, Lancia bisa menghadirkan lagi Lancia Thema dengan penggerak listrik dan performa seberingas Thema 8.32.

Bisa juga Lancia menghadirkan mobil-mobil listrik impian lainnya di masa depan memakai teknologi mobil listrik dari Ferrari tersebut.

Alfa Romeo
Alfa Romeo 33 Stradale lahir lagi sebagai supercar Alfa tercantik.

Baca Juga: Goda Crazy Rich Surabaya, Jeep dan Citroën Hadir Satu Dealer Lewat Stellantis Brand House Ahmad Yani

Brand ketiga adalah Alfa Romeo. Seperti Lancia, Alfa Romeo sekarang memiliki lini produk yang didefinisi oleh platform bersama dari Stellantis.

Kecuali Alfa Romeo 33 Stradale berbasis Maserati MC20, Alfa Romeo masih belum memiliki mobil performa selanjutnya yang meneruskan Giulia Quadrifoglio.

Sampai saat ini juga, Alfa Romeo juga belum memiliki mobil listrik segmen flagship, baru ada Alfa Romeo Junior Elettrica.

Padahal kalau melihat sejarahnya, Alfa Romeo dan Ferrari saling berkaitan, bahkan salah satu mobil harian terakhir Enzo Ferrari adalah Alfa Romeo 164.

Siapa tahu dengan platform Luce, Alfa Romeo bisa memiliki mobil listrik flagship yang memantik lagi sejarahnya dengan Ferrari, terutama dengan nama legendaris seperti Giulia atau Alfetta.

YANG LAINNYA