“Jadi hari ini kami dengan bangga bisa menyerahkan 20 unit pertama untuk konsumen di Indonesia, pesanan sekarang sudah 287 pesanan,” kata Billy.
Awalnya Honda Indonesia hanya mendapat jatah 40 unit Prelude untuk pasar domestik.
Namun tingginya minat membuat HPM beberapa kali meminta tambahan alokasi langsung ke Honda Motor Jepang.
“Kuota kami di tahun ini seperti yang pertama saya bicarakan, pertama itu hanya 40, kemudian kami request, karena hari pertama langsung habis dan kami minta nambah jadi 100, diberikan,” jelas Billy.
Permintaan ternyata terus bertambah hingga akhirnya Honda kembali memberikan tambahan kuota 50 unit lagi untuk Indonesia tahun ini.
“Terus kami request ke Honda Motor Japan dan itu diberikan lagi tambahan 50, jadi tahun ini kuota yang diberikan untuk Indonesia itu 150,” lanjutnya.
Meski begitu, angka pemesanan Prelude saat ini sudah hampir dua kali lipat dibanding total kuota distribusi tahun 2026.
HPM pun menargetkan seluruh unit jatah tahun ini selesai dikirim paling lambat Oktober 2026.
“Jadi hari ini baru 20. Dan 150 itu rencananya akan selesai sampai Oktober 2026 pengirimannya,” tuturnya.
Sebagai informasi, Honda Prelude dijual dengan harga Rp 974,9 juta on the road Jakarta.
Indonesia juga menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memasarkan Prelude generasi terbaru tersebut.
Mobil ini memakai platform Honda Civic generasi ke-11 dengan sejumlah komponen performa milik Civic Type R seperti dual-axis strut front suspension, adaptive damper, hingga rem Brembo 4-piston.
Untuk dapur pacu, Prelude mengandalkan mesin 2.000 cc 4-silinder Atkinson Cycle yang dipadukan motor listrik e:HEV.
Kombinasi itu menghasilkan total tenaga sistem sekitar 203 dk, lengkap dengan mode berkendara Comfort, GT, Sport, Individual, serta fitur S+ Shift Mode dengan sensasi perpindahan gigi virtual 8-speed.