GridOto.com - Sekring diciptakan sebagai jalur pengamanan aliran arus listrik pada semua kelistrikan termasuk mobil.
Semua jalur kelistrikan mobil pasti melewati komponen sekring yang batas ampere sudah ditentukan.
Sekring ini bisa putus secara otomatis jika ada arus listrik yang berkapsitasnya melebihi ampere yang sudah ditentukan.
Mengalami sekring yang sering putus menandakan ada arus listrik yang short.
Enggak sedikit yang mengakalinya dengan mengganti ampere yang tertera di badan sekring dengan yang lebih besar.
Baca Juga: Sekring Mobil Sering Putus? Bisa Jadi Tanda Masalah Kelistrikan
"Misalnya sebuah sistem kelistrikan hanya membutuhan arus listrik 10 ampere saja, namun dipaksakan menggunakan 40 ampere," buka Kontarto Rahmat pemilik bengkel Goebuk Tune-up.
"Kesalahan pemilihan sekring ini akan memicu banyak masalah di bagian kelistrikan maupun komponen lainnya," jelasnya.
Pemasangan sekring yang berbeda ini akan membuat bagian sekring panas dan meleleh.
Saat meleleh ini bisa mempengaruhi jalur kelistrikan lainnya dan berpotensi terjadinya kebakaran.
Solusi dari sekring ini yakni lakukan pengecekan seluruh jalur kelisrikan apakah ada yang korsleting atau tidak.
Baca Juga: Sekring Sering Putus Jangan Diganti Lebih Besar, Ini Risikonya
"Sering sekali menemukan ampere sekring yang digunakan tidak sesuai, ini berbahaya sekali," beber pria anh bengkelnya ada di Jakarta Timur.
Itulah alasan kenapa jangan sampai ganti ampere sekring yang lebih besar dari ukuran yang ditentukan.