Gunung Sampah di Indonesia Rencananya Akan Diolah Jadi BBM, Ini 5 Teknologi yang Dipakai

Irsyaad W - Kamis, 21 Mei 2026 | 11:30 WIB

Sejumlah alat berat beroperasi di lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Artikel

GridOto.com - Semoga rencana Pemerintah mengatasi gunungan sampah di Indonesia berikut ini bisa terlaksana.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah akan mengolah timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Program tersebut akan dijalankan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta TNI.

"Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kita kerja sama lagi (sampah jadi BBM) dengan TNI, teknologinya dari BRIN dan Dikti," ujar Zulhas, sapaan akrabnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, (19/5/26) mengutip Antara.

Zulhas mengatakan, pengolahan sampah menjadi BBM merupakan bagian dari transformasi besar pengelolaan sampah nasional.

Sebelumnya, pemerintah lebih fokus mengolah sampah menjadi listrik melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kini, pemerintah mulai mendorong pemanfaatan sampah menjadi BBM menggunakan teknologi pirolisis.

Teknologi tersebut bekerja melalui proses penguraian bahan organik dengan pemanasan suhu tinggi.

Zulhas mengungkapkan terdapat enam lokasi yang dibidik untuk proyek pengolahan sampah menjadi BBM.

"Ada enam (lokasi). Ada di Bantargebang, ada di Bandung, ada di Bali,” ucap Zulhas.

Baca Juga: Pemilik Kijang Innova Diesel Ini Sudah Lama Gak Pakai BBM SPBU, Pilih Petasol Olahan Sampah Plastik

Instagram @bank_sampah_banjarnegara
Petasol, bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi dari sampah kantong plastik atau kresek bekas pakai. Inovasi ini berasal dari Bank Sampah Banjarnegara.

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan antara proyek PSEL dan proyek sampah menjadi BBM.

Pada proyek PSEL, pemerintah menggunakan sampah baru yang terus masuk setiap hari.

Sementara proyek pirolisis untuk BBM memanfaatkan timbunan sampah lama yang sudah menggunung di TPA.

"Kita sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. Seperti di Bantargebang. Itu sekarang yang pakai pirolisis. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itu akan diolah menjadi BBM," tutur Zulhas.

Dalam paparannya, Zulhas menyebut timbunan sampah nasional pada 2029 diperkirakan mencapai 146.780 ton per hari.

Pemerintah menyiapkan lima pendekatan teknologi pengolahan sampah.

Sebanyak 12,4 persen sampah akan diolah melalui pengolahan organik di sumber sampah.

Kemudian 19,8 persen diolah melalui TPS-3R atau Reduce, Reuse, Recycle di bank sampah induk.

Sebanyak 25,3 persen akan diolah melalui TPST RDF atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Refuse Derived Fuel.

Selanjutnya, 20 persen sampah diolah menggunakan teknologi pirolisis.

Baca Juga: Inilah Petasol, BBM Setara Solar Berasal Dari Olahan Sampah Plastik di Banjarnegara

Sementara 22,5 persen sisanya akan diolah melalui proyek PSEL.

"Sampah tidak lagi sebagai beban, tetapi sebagai sumber energi dan bagian dari cita-cita kemandirian energi nasional," tandas Zulhas.

YANG LAINNYA