Antrean Solar di SPBU Jadi Ladang Pungli Preman, Sopir Truk Dipaksa Bayar Rp 220 Ribu

Ferdian - Minggu, 17 Mei 2026 | 20:30 WIB

Petugas Polres Banjarbaru melakukan sidak ke sejumlah SPBU pada, Jumat (15/5/2016) menyusul laporan maraknya pungli yang dialami sopir truk oleh oknum preman.

Menurut Muhajid, aktivitas premanisme ini tidak hanya terlokalisasi di satu titik saja, melainkan sudah menyebar ke beberapa SPBU lain di wilayah Banjarbaru hingga ke Kabupaten Banjar.

Keluhan serupa juga dilontarkan oleh Doni, sopir truk lainnya yang mengaku pasrah dengan keadaan tersebut.

"Ya mau bagaimana lagi, terpaksa kami bayar supaya bisa antre beli solar," keluh Doni.

Para oknum tersebut dinilai sengaja memanfaatkan situasi kelangkaan atau kepadatan antrean solar untuk menetapkan tarif parkir sepihak demi keuntungan pribadi.

Merespons keresahan para pengguna jalan tersebut, jajaran kepolisian dari Polres Banjarbaru langsung bergerak cepat dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik pengisian bahan bakar pada Jumat siang.

Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Agus Sugianto, menyebutkan ada lima SPBU yang disisir oleh petugas guna memastikan sekaligus memberantas praktik premanisme tersebut.

Baca Juga: Praktik Pungli 30 Tahun di Jembatan Cirahong Distop, Kades Langsung Protes

Namun, saat polisi tiba di lokasi, situasi antrean kendaraan terpantau sudah berjalan dengan normal dan petugas tidak menemukan adanya aktivitas pungli di lapangan.

"Kita cross-check langsung, bahwa diakui para sopir tidak ada ditemukan lagi adanya pungutan, baik parkir maupun prioritas antrean atau pungutan-pungutan lain dari para preman,” terang Agus seusai memimpin jalannya sidak, Jumat (15/5/2026).

Guna mengantisipasi kucing-kucingan antara oknum preman dan petugas, Polres Banjarbaru memastikan akan memperketat pengawasan di seluruh SPBU secara rutin dan berkala.

"Bila memang masih ada pungutan, silakan laporkan kepada kami. Kami siap menindaklanjuti 24 jam. Pengawasan rutin akan terus kami pertahankan demi kenyamanan bersama," tegas Agus.

YANG LAINNYA