“Karena sistem transmisinya elektronik, perpindahan ke posisi netral juga membutuhkan daya. Jadi kalau aki mati total, mobil bisa sulit dipindahkan,” ujarnya.
Meski begitu, Gofar mengatakan sebagian besar mobil listrik modern sebenarnya sudah dibekali sistem pintar untuk menjaga kondisi aki tetap stabil.
Sistem tersebut memungkinkan baterai utama mengisi ulang aki kecil secara otomatis saat dibutuhkan.
“Beberapa EV bahkan bisa aktif sendiri ketika kondisi aki mulai turun, lalu melakukan pengisian otomatis supaya aki tidak soak,” katanya.
Namun fitur tersebut bukan berarti bikin pengguna bisa sepenuhnya abai terhadap kondisi kendaraan.
Menurut Gofar, mobil yang terlalu lama tidak digunakan tetap perlu dipantau secara berkala.
Baca Juga: Biar Paham, Ini Penyebab Mobil Listrik Mati Total Meski Baterai Penuh
Ia menyarankan pemilik kendaraan sesekali memeriksa kondisi aki melalui indikator yang tersedia di layar kendaraan atau dashboard.
Selain itu, mobil juga sebaiknya tetap dinyalakan atau digunakan secara berkala agar sistem pengisian tetap bekerja optimal.
“Pada dasarnya sama seperti mobil biasa, aki tetap perlu diperhatikan. Jangan sampai mobil terlalu lama didiamkan tanpa pengecekan,” ujarnya.
Gofar menambahkan, pemahaman dasar mengenai karakter mobil listrik menjadi penting di tengah perkembangan teknologi kendaraan yang semakin canggih.
Dengan begitu, pengguna tidak hanya menikmati kepraktisan EV, tetapi juga memahami cara menjaga kondisinya tetap optimal.