"Saya merasa kami bisa mewujudkannya bersama karena mereka ingin menang dan kami juga ingin menang."
"Mereka sangat berambisi untuk menang, dan itulah yang meyakinkan saya. Komitmen dari Gottfried Neumeister dan Pit Beirer sangat besar. Mereka mengatakan ingin benar-benar menjalankan proyek ini." tambahnya melansir Crash.net.
Steiner menilai KTM bukan sekadar menganggap Tech3 sebagai tim satelit biasa.
"Mereka bukan sekadar mengatakan, 'Kami ingin kalian menjadi tim satelit kami'. Mereka ingin bekerja bersama kami."
"Kami ingin terus melangkah maju. Naik podium memang menyenangkan, mungkin juga memenangkan balapan."
Steiner juga mengakui KTM sempat mengalami masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Tim KTM MotoGP Jajal Mesin 850 Cc Terbaru, Suara Masih Beringas
Namun kini menurutnya pabrikan Austria itu kembali bangkit.
"Mereka sempat mengalami masa-masa sulit beberapa tahun lalu, tetapi sekarang mereka sudah bangkit lagi dan ingin kembali melaju."
"Dan bagi kami, mereka memberikan peluang terbaik untuk meraih kesuksesan. Itu alasan kami memutuskan bertahan." ungkapnya.
Sebagai informasi, Tech3 mulai menjadi tim satelit KTM sejak 2019 setelah mengakhiri kerja sama panjang dengan Yamaha.
Bersama KTM, Tech3 berhasil meraih dua kemenangan grand prix pada musim 2020.