Warga Cirebon Dibuat Enggak Tenang, Belasan Motor di Garasi Hilang Beruntun

Ferdian - Jumat, 15 Mei 2026 | 16:00 WIB

ilustrasi pencurian motor

GridOto.com - Heboh kejadian curanmor di wilayah Cirebon yang terjadi secara beruntun belakangan ini.

Tepatnya di Desa Buyut, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Sejumlah warga mengaku kehilangan motor dengan pola kejadian hampir serupa, yakni terjadi saat dini hari dan menyasar kendaraan yang diparkir di garasi rumah.

Salah satu warga, Khatrina, mengaku nekat menghubungi media karena khawatir kasus tersebut terus bertambah tanpa penanganan serius.

Ia mengatakan, motor miliknya hilang pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Kasus hilangnya motor ini sudah banyak korbannya dan kejadiannya sama baik waktu dan tempatnya yaitu garasi,” ujar Khatrina menukil Tribun Jabar, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, dalam waktu berdekatan sudah ada sejumlah warga yang menjadi korban curanmor di wilayah Desa Buyut maupun desa sekitar.

“Korban kurang lebih enam di Desa Buyut. Saya tidak tahu di desa tetangga, tapi banyak juga yang ngasih tahu desa-desa yang ada di Jalan Ki Gede Mayung juga ada yang kehilangan,” ucapnya.

Baca Juga: Subang Darurat Curanmor, Uang Warga Sekitar Rp 14 Juta Berwujud Honda BeAT Street Terselamatkan

Khatrina mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Namun hingga kini, warga masih merasa khawatir karena pelaku belum tertangkap.

“Saya sudah melaporkan kepada polisi, tapi yang dijawab kasus ini akan diusut. Tapi nyatanya sebelum saya sudah banyak korbannya,” jelasnya.

Ia menyebut, kondisi keamanan desa kini berubah drastis.

Warga yang sebelumnya merasa tenang kini mulai dihantui rasa takut.

“Aku tidak mau diam aja karena mengenai keamanan hidup di desa, yang sebelumnya di desa damai dan rukun sekarang dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran merasa enggak aman,” katanya.

Bahkan, ia mengaku berupaya mengumpulkan bukti dari rekaman CCTV warga meski hasilnya masih sangat terbatas.

“Saya dapat CCTV tetangga tapi terhalang gerbang,” ujarnya.

Baca Juga: Petaka Maling Motor Bawa Sarung, Kaki Keserimpet Leher Kena Terkam Babinsa

Khatrina juga menyebut, dugaan sementara mengarah kepada pelaku yang mengetahui kondisi lingkungan sekitar.

Namun, ia menegaskan hal tersebut belum dapat dipastikan.

“Saya telusuri bukti-buktinya, saya tahu ada pelaku yang mencurigakan dan kemungkinan warga desa sini karena berbaur juga pemuda-pemudi sini. Tapi dengan bukti CCTV yang masih terbatas jadi masih belum bisa disimpulkan,” ucap Khatrina.

Ia berharap kasus tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian maupun pemerintah desa.

“Saya mau viralin, saya enggak mau ini dianggap sepele. Ini sudah banyak korbannya,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Naswa Sajida, yang kehilangan Honda BeAT miliknya pada 2 Mei 2026.

“Kejadian jam 4 dini hari dan pas ketahuan itu jam setengah 6,” kata Naswa.

Menurutnya, motor diparkir dalam kondisi aman di area rumah yang sudah dipagar dan digembok.

Baca Juga: Polisi Intel Gugur di Tangan Maling Motor, Tembakan Meletus Sepulang Piket

Namun pelaku tetap berhasil membawa kabur kendaraan tersebut.

“Posisi tertutup dan dipagar, digembok,” ujarnya melansir Tribunnews.

Naswa mengaku langsung mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan beberapa jam setelah kejadian.

“Kemarin pas kejadian itu langsung lapor ke Polsek dan minta surat kehilangan. Itu pagi ya langsung ke sana jam 8 pagi," ucap Naswa.

Saat dimintai keterangan mengenai CCTV desa, Naswa menyebut kamera pengawas yang ada di lingkungan desa sedang tidak aktif.

“Dari sini juga minta CCTV desa, cuma tidak ada. Pas itu CCTV desanya mati dalam keadaan mati,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun warga, korban curanmor diduga tersebar di sejumlah titik di Desa Buyut hingga Desa Mayung, Kecamatan Gunung Jati.

Di antaranya Suniti, Lia Eriana, Sri Wahyuni, Carimi, Saesih, Oom Kumariyah, Nazwa Sajida, Arif Rahmanudin hingga Harmi.

Warga berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut karena masyarakat kini diliputi rasa waswas dan khawatir kejadian serupa kembali terulang.

YANG LAINNYA