Rupiah Melemah, Hyundai Jamin Harga Stargazer dan Kawan-kawan Tidak akan Naik

Naufal Shafly - Kamis, 14 Mei 2026 | 20:07 WIB

Ilustrasi penjualan mobil baru Hyundai

GridOto.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan ini terpantau melemah hingga menyentuh angka Rp 17.548 (kurs hari ini, Kamis, (14/5)).

Kondisi ini biasanya berdampak pada berbagai sektor industri, termasuk otomotif.

Namun, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan belum akan menaikkan harga jual mobilnya di tengah kondisi tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer (COO) HMID.

Menurutnya, pelemahan Rupiah memang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi secara umum, termasuk sektor otomotif.

“Kalau yang kita lihat, kalau misalnya Rupiahnya itu terus melemah, sekarang kan sudah di angka level Rp 17.500. Otomatis kan kalau kita tahu secara hukum ekonomi kan pastinya bunga akan naik,” ujarnya di Senayan, Rabu (13/5/2026).

Meski demikian, ia menilai pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas ekonomi, salah satunya dengan mempertahankan suku bunga acuan.

“Tapi sampai saat ini kan yang kita lihat bunga masih tetap di 4,75 yang SBI rate-nya. Jadi kami lihat pemerintah juga berusaha untuk menahan supaya ekonomi terus berputar,” lanjutnya.

Frans menambahkan, pelaku industri otomotif juga memiliki strategi untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar, salah satunya melalui mekanisme lindung nilai atau hedging.

Baca Juga: Mobil Listrik Baterai Nikel Rencananya Dapat Insentif Lebih Besar, Begini Tanggapan Hyundai

Robby/GridOto.com
Hyundai Stargazer Cartenz Prime HSS

“Biasanya sih hampir seluruh pemain, tidak hanya di otomotif industri, tapi di seluruh industri, itu kan punya yang namanya hedge atau hedgingan. Biasanya akan butuh waktu tiga bulan sampai dengan empat bulan untuk adjustment,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan penyesuaian harga sangat bergantung pada kondisi nilai tukar ke depan, apakah pelemahan Rupiah berlangsung dalam jangka panjang atau hanya sementara.

“Nah kita lihat apakah ini akan continue atau berlanjutan pelemahan Rupiah ini? Tapi kalau tidak berlanjutan mungkin akan ketahan semuanya,” tambah Frans.

Meski tekanan biaya berpotensi meningkat, Hyundai memastikan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga mobilnya yang dijual di Indonesia.

“Tidak, kita tidak ada rencana untuk naikkan harga. Jadi sampai dengan sekarang seperti yang saya sampaikan beberapa waktu yang lalu, tidak ada keinginan untuk naikkan harga,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena Hyundai melihat pasar otomotif Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang positif.

“Karena kita melihat bahwa market ini dalam posisi akan naik sehingga kita harus berkontribusi untuk Indonesia khususnya,” pungkas Fransiscus.

Dengan keputusan ini, Hyundai berharap dapat menjaga daya beli konsumen di tengah tekanan ekonomi, sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan pasar otomotif nasional.

YANG LAINNYA