Mobil Listrik Baterai Nikel Rencananya Dapat Insentif Lebih Besar, Begini Tanggapan Hyundai

Naufal Shafly - Kamis, 14 Mei 2026 | 08:00 WIB

Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5

GridOto.com – Pemerintah tengah menyiapkan skema insentif baru untuk pembelian mobil listrik di Indonesia.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memberi subsidi lebih besar untuk mobil listrik berbasis baterai nikel, ketimbang non-nikel.

Rencana ini mencuat sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik, sekaligus memanfaatkan sumber daya alam dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia menilai kebijakan ini sebagai langkah yang positif bagi industri otomotif secara keseluruhan.

“Kalau kita lihat, apa sih latar belakangnya pemerintah melakukan rencana kebijakan tersebut? jadi yang pertama kita lihat memang harga daripada BBM, baik itu untuk mobil-mobil bensin ataupun untuk mobil-mobil diesel, itu harganya naiknya cukup signifikan,” ujarnya di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

"Kami melihat ini merupakan suatu peluang untuk kita bisa lebih banyak lagi untuk melakukan penjualan, bukan hanya untuk Hyundai, Tapi untuk seluruh pabrikan lain, baik itu pabrikan Jepang ataupun pabrikan Cina,” tambahnya.

Saat ditanya apakah kebijakan ini lebih menguntungkan Hyundai karena mobil listrik mereka, Kona dan IONIQ 5, menggunakan baterai nikel, Frans menyebut baterai jenis tersebut sebenarnya juga dipakai oleh pabrikan lain.

“Banyak orang yang mengaitkan antara baterai nikel itu dengan Hyundai, ya memang kami berkeinginan pada saat kami membangun pabrik baterai yang ada di Karawang, kami ingin memaksimalkan penggunaan nikel, dimana nikel itu kan adalah satu sumber daya alam kita nomor satu di dunia,” jelasnya.

“Tapi yang perlu diingat bahwa mobil yang berbasis nikel battery itu bukan Hyundai. Saya tidak perlu sebutkan mereknya, tapi ada sekitar 4 sampai dengan 6 merek yang saya tahu itu berbasis dari Nikel. Bahkan juga mereka sedang melakukan local production di Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Berkat Test Drive Mobil Hyundai, Empat Orang Beruntung Diterbangkan ke AS Nonton Piala Dunia 2026

Lebih lanjut, ia menilai rencana insentif tersebut cukup adil dan berpotensi mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.

“Jadi makanya (rencana insentif itu) sangat fair, terus kemudian untuk yang baterai yang non-nikel itu, yang saya dengar rencananya juga akan diberikan insentif. Oleh karena itu saya rasa memang sudah ada kebijakan yang emang lebih baik untuk bisa membangun pasar otomotif di Indonesia,” paparnya.

Terkait sikap perusahaan, Hyundai memastikan akan selalu mendukung kebijakan pemerintah.

“Hyundai kan enggak pernah menyambut tidak baik kebijakan pemerintah. Hyundai selalu menyambut kebijakan pemerintah,” tutupnya.

YANG LAINNYA