GridOto.com - Beda dari biasanya, rumah milik pria yang berprofesi sebagai debt collector (penagih hutang) kena teror.
Rumah korban bernama Muhammad Mujib, warga desa Alassumur Kulon, Kraksaan, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dilempar bom bondet (bom ikan).
Akibatnya beberapa bangunan rumah seperti jendela dan pintu, serta Toyota Agya milik korban hancur.
Dilaporkan, aksi teror ini terjadi pada dini hari, (11/5/26) kemarin.
Berdasar informasi yang dihimpun, ledakan dahsyat tersebut terjadi sekitar pukul 02.20 WIB, saat penghuni rumah dan warga sekitar sedang tertidur pulas.
Suara ledakan yang menggelegar seketika membuat suasana desa mendadak mencekam dan panik.
Seorang warga setempat, Abdul Fatah, mengungkapkan berdasarkan keterangan yang beredar di lokasi kejadian, pelaku diduga berjumlah dua orang.
"Kalau kata orang-orang sini pelakunya itu ada dua orang mengendarai motor. Mereka melemparkan bondet ke arah rumah korban, lalu langsung kabur," kata Abdul Fatah saat memberikan keterangan kepada media dikutip dari TribunJatim.com.
Akibat ledakan bondet tersebut, bagian teras rumah milik pria yang berprofesi sebagai penagih hutang ini mengalami kerusakan signifikan.
Kaca jendela bagian depan rumah pecah berantakan akibat hantaman material peledak.
Baca Juga: Lempar Bom Ikan dan Parang, Pelaku Spesialis Maling Mobil Terpaksa Dikirim ke Alam Baka
Tak hanya bangunan, satu unit Toyota Agya berwarna kuning milik korban yang terparkir di halaman rumah juga menjadi sasaran.
Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Djuwantoro Setyowadi membenarkan adanya kerusakan pada unit Agya tersebut.
"Selain itu, satu unit mobil milik korban yang berwarna kuning dan terparkir di halaman rumah juga mengalami kerusakan bodi dan cat akibat hantaman material ledakan," ujar Iptu Setyo.
Pihak kepolisian dari Polsek Kraksaan telah turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti guna mengungkap motif di balik aksi teror ini.
Setyo menegaskan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengejar para pelaku.
Gelar perkara dilakukan untuk memetakan apakah kejadian ini berkaitan dengan profesi korban atau ada motif lain.
"Kejadiannya Senin dini hari. Saat ini kami masih melakukan gelar perkara dan pengumpulan bukti di lokasi. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut perkembangan kasus ini," pungkasnya.