"Setelah upacara, kebetulan ada pengiriman MBG. Wali murid parkir di depan, mereka tidak mengira akan ada kejadian seperti ini karena fokus mengantar anak," ujar Eko, (11/5/26) mengutip Kompas.com.
Melihat situasi tersebut, tiga orang pelaku mencoba melancarkan aksinya.
Namun, upaya mereka dipergoki warga dan guru yang berada di lokasi.
Teriakan 'maling' seketika memecah suasana sekolah, ketiga pelaku berusaha melarikan diri.
Nahas bagi H, langkahnya terhenti terjatuh terlilit sarung yang dikenakannya sendiri.
Dua rekan pelaku lainnya berhasil meloloskan diri menggunakan motor.
"Pelaku terjatuh karena keserimpet (terbelit) sarungnya sendiri. Akhirnya langsung diamankan," imbuh Eko.
Saat bersamaan, Anggota Babinsa Koramil 05 Grati, Serda Johan Prayetno yang tengah bertugas mengawal pengiriman MBG di sekolah tersebut, langsung bereaksi cepat begitu mendengar teriakan warga.
"Spontan saya lari ke TKP. Saya melihat ada guru yang sedang berduel dengan salah satu pelaku," ungkap Johan.
Baca Juga: Lempar Bom Ikan dan Parang, Pelaku Spesialis Maling Mobil Terpaksa Dikirim ke Alam Baka
Situasi sempat mencekam karena pelaku melakukan perlawanan dan mencoba menyerang menggunakan senjata tajam.
"Saat berusaha diamankan, pelaku mengeluarkan senjata tajam. Alhamdulillah, dengan sigap pelaku dapat kami lumpuhkan dan amankan," tegasnya.
Setelah pelaku berhasil diringkus, Johan melakukan pemeriksaan awal terhadap tas yang dibawa pelaku.
Hasilnya, ditemukan senjata tajam yang kerap digunakan pelaku kejahatan di wilayah Pasuruan.
"Di dalam tas pelaku kami temukan satu buah celurit dan alat peledak jenis bondet," jelas Johan.
Guna menghindari amuk massa yang lebih besar, Babinsa segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Saat ini, pelaku H beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Grati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara, dua pelaku lainnya masih diburu.