Bukan Cuma Soal Suara, Ini Pentingnya Memilih Bahan Knalpot yang Tepat

Trybowo Laksono - Senin, 11 Mei 2026 | 19:32 WIB

Header berbahan monel buatan ORD Exhaust

Pilihan lainnya adalah stainless steel, bahan yang sering dianggap seimbang antara ketahanan, penampilan, dan harga.

“Stainless steel punya sifat yang ulet jadi awet untuk jangka panjang,” ucap Odie.

Material ini merupakan paduan dari baja, kromium dan nikel sehingga tak hanya kuat tapi juga mampu melepas panas dengan cepat. Nilai plus lain, tampilannya menarik karena ada aksen mengilap.

Ia pun tahan karat jadi aman untuk pemakaian jangka panjang.

Harga stainless steel jelas tidak semahal titanium, tapi memang bukan yang paling murah.

Kemudian ada bahan lain yang tak kalah populer dari stainless steel, yaitu monel.

Odie mengatakan kalau di ORD Exhaust, monel adalah bahan yang paling banyak dipilih konsumen.

Trybowo Laksono/GridOto.com
Rahmat Sadikin, punggawa ORD Exhaust

Baca Juga: Benarkah Karat pada Knalpot Mobil Bisa Picu Kebocoran Gas Buang?

Aplikasinya bisa untuk apa saja, selain stainless steel, monel juga bisa dipakai untuk header, muffler, hingga resonator. Tapi yang paling sering menggunakan monel adalah header.

“Untuk harian kekuatannya sudah lebih dari cukup,” jelas Odie tentang bahan monel.

Monel sudah tahan karat tapi bobotnya lebih berat dari stainless steel.

Catatan lainnya, memang bahan monel terlihat lebih kusam dibanding stainless steel sehingga faktor estetikanya sering dianggap kurang.

Enaknya, harga knalpot berbahan monel lebih bersahabat jadi lebih aman untuk budget.

Jika dirangkum, bahan titanium punya kelebihan bobot yang sangat ringan, tampilan eksotis, namun harganya sangat mahal sehingga hanya cocok untuk kepentingan balap.

Stainless steel harganya menengah, daya tahan bagus, sangat tahan karat dan tampilannya cukup estetik.

Lalu monel, sudah tahan karat, durabilitas juga oke, dengan harga ramah di kantung.

YANG LAINNYA