GridOto.com – Saat mengganti knalpot, tak sedikit pemilik mobil yang fokus pada suara dan bentuknya.
Padahal ada faktor lain yang juga penting untuk dipertimbangkan yakni pemilihan materialnya.
Sebab material berperan besar terhadap bobot, daya tahan, hingga harga jual dan perawatan.
Biasanya spesialis knalpot punya opsi bahan yang sering dipakai semisal monel, stainless steel, hingga titanium.
Titanium sering disebut sebagai pilihan terbaik untuk knalpot, namun ternyata bahan ini juga menyimpan kekurangan.
Bobotnya sangat ringan dan mendukung untuk keperluan balap, juga terlihat eksotis yang jika terkena panas akan terlihat kebiruan. Namun untuk penggunaan harian tidak direkomendasikan.
"Bahan titanium justru tidak direkomendasikan untuk harian, bahannya mudah fatigue sehingga kurang cocok untuk jangka panjang,” ucap Rahmat ‘Odie’ Sadikin, punggawa ORD Exhaust, workshop knalpot yang sering mengerjakan knalpot untuk mobil balap.
Baca Juga: Intip Lubang Knalpot, Ciri-ciri Filter Solar Kotor di Mesin Diesel Bisa Ketahuan
Selain itu, harga titanium sangat mahal dan bisa memberatkan konsumen yang concern soal budget.