GridOto.com - Jangan sepelekan kondisi busi pada mesin motor matic kalian.
Meskipun bentuknya kecil, komponen ini menentukan performa mesin motor matic ketika digunakan.
"Busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar," buka Wahyu Budhi selaku Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, main dealer motor Honda Jakarta dan Tangerang.
"Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh," tambahnya.
Berikut empat tanda busi motor matic minta diganti, kenali sebelum motor mogok di jalan.
1. Mesin Sulit Dihidupkan.
Percikan api yang kecil menandakan busi motor matic kalian mulai lemah.
Percikan api busi yang kurang maksimal tentunya akan menyulitkan ketika mesin motor matic ingin dihidupkan.
Starter akan menyala lebih lama atau panjang untuk menghidupkan mesin.
Terutama saat kondisi mesin masih dingin seperti di pagi hari.
2. Tarikan Brebet.
Tarikan atau akselerasi yang terasa brebet merupakan gejala busi motor matic minta diganti.
Hal ini biasanya terasa saat throttle gas diputar lebih besar tapi tarikan motor malah tertahan dan tidak responsif.
Hal itu disebabkan karena pembakaran di ruang bakar jadi kurang sempurna akibat percikan busi yang kurang maksimal.
3. Konsumsi BBM Terasa Lebih Boros
Tarikan motor kurang responsif akibat busi sudah lemah tentunya berdampak terhadap konsumsi BBM atau bensin.
Saat kondisi busi motor lemah, proses pembakaran di ruang bakar jadi kurang sempurna.
Efeknya, enggak semua bahan bakar terbakar sempurna untuk mendorong piston.
Dalam kondisi seperti umumnya bikers akan memutar throttle gas lebih banyak lagi.
Alhasil, konsumsi BBM motor matic kalian terasa lebih boros.
4. Suara Mesin tidak Stabil
Gejala busi motor matic mulai lemah juga ditandai dengan suara mesin yang tidak stabil.
Gejala ini bisa terasa sejak motor dalam kondisi langsam atau idle.
Seperti langsam motor pincang atau bergetar lebih kuat akibat proses pembakaran di ruang bakar jadi kurang optimal yang disebabkan oleh busi lemah.
Untuk menghindari hal itu, Wahyu Budhi sarankan untuk menggunakan busi berdasarkan usia pemakaiannya.
Ia menyarankan untuk mengganti busi setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer pemakaian atau sesuai dengan rekomendasi di buku manual.
Bisa juga melakukan peneggantian busi berdasarkan kondis fisik busi.
Kalau kondisi elektroda sudah aus atau terlihat ada kerak karbon tebal, kotor hingga berkarat, sebaiknya segera diganti meskipun usianya belum mencapai batas maksimalnya.