Sepanjang Januari hingga April 2026, BYD telah menjual 1.003.039 kendaraan penumpang, turun 26,4 persen secara tahunan.
Sebaliknya, penjualan luar negeri selama periode yang sama naik 59,8 persen menjadi 455.707 unit.
BYD sendiri menargetkan penjualan ekspor mencapai 1,5 juta unit sepanjang 2026.
Jika dihitung secara keseluruhan, termasuk kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada April mencapai 321.123 unit.
Dari sisi merek, lini utama BYD yang mencakup seri Dynasty dan Ocean mencatat penjualan 273.448 unit, turun 21,2 persen dibanding tahun lalu.
Sementara itu, merek off-road Fang Cheng Bao justru melonjak signifikan hingga 190,2 persen menjadi 29.138 unit.
Di sisi lain, merek premium Denza mengalami penurunan 26,9 persen dengan penjualan 11.250 unit.
Baca Juga: Penjualan BYD Maret 2026 Anjlok 36 Persen, Ini Model Terlarisnya
Sedangkan merek kelas atas Yangwang mencatat pertumbuhan 95,6 persen, meski volumenya masih kecil yakni 264 unit.
Data penjualan April ini juga sejalan dengan laporan kinerja keuangan kuartal pertama BYD yang menunjukkan penurunan laba.
Keuntungan bersih perusahaan turun 55,4 persen menjadi 4,09 miliar yuan atau sekitar 599 juta dolar AS.
Penurunan ini dipengaruhi oleh ketatnya perang harga di pasar China serta meningkatnya biaya komponen yang menekan margin keuntungan.