Meski begitu, Otospector tidak secara langsung menyatakan bahwa odometer telah dimanipulasi.
Laporan yang diberikan lebih menekankan pada penyajian data agar konsumen dapat menarik kesimpulan sendiri. “Kita tidak bilang odometer dimanipulasi, kita hanya tampilkan data dan biarkan konsumen menyimpulkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketidaksesuaian antara angka odometer dengan riwayat servis bisa menjadi sinyal kuat adanya kejanggalan.
Misal, ketika catatan servis menunjukkan jarak tempuh tertentu, namun angka yang tertera di mobil justru lebih rendah.
“Misalnya kilometernya 47 ribu, tapi ada catatan servis sebelumnya tidak sesuai, itu sudah cukup jadi indikasi,” kata Jeffrey.
Baca Juga: Harga Solar Naik, Ini Gejala Injektor Mobil Bekas Diesel Common Rail Mulai Rusak
Di sisi lain, penggunaan alat pemindai seperti OBD (On-Board Diagnostics) juga belum tentu bisa mengungkap angka kilometer asli pada semua mobil.
Menurut Jeffrey, fitur tersebut umumnya hanya tersedia pada model tertentu.
“Scan OBD itu tidak semua mobil bisa, biasanya lebih ke mobil Eropa,” ujarnya.
Karena itu, pendekatan berbasis indikasi fisik yang dikombinasikan dengan data historis dinilai masih menjadi metode paling realistis saat ini untuk membaca potensi manipulasi odometer pada mobil bekas.