Siswa dibekali keterampilan teknis sekaligus nilai kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan etos kerja professional.
Selain peresmian fasilitas DOJO, rangkaian kegiatan juga mencakup penandatanganan sinkronisasi kurikulum SMK binaan wilayah Jawa Timur, NTB, dan Bali, sebagai upaya penyelarasan dengan kebutuhan industri.
Daihatsu juga menyerahkan sertifikat akreditasi serta donasi mesin kepada SMK yang berhasil meningkatkan level akreditasi periode 2025–2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi konsistensi kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Daihatsu Buka Suara Soal Dampaknya ke Harga Mobil
“Kemitraan ini sangat penting dalam meningkatkan relevansi lulusan SMK dengan kebutuhan dunia kerja. Kami mengapresiasi kontribusi Daihatsu dalam penguatan fasilitas, kurikulum, dan budaya industri di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Islam 1 Blitar, Gigih Widiyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.
“Kehadiran fasilitas DOJO menjadi sarana penting bagi siswa untuk belajar sesuai standar industri, sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan,” ungkapnya.
Daihatsu terus mendorong sinergi antara dunia industri, pemerintah, dan institusi Pendidikan melalui program Pintar Bersama Daihatsu guna mencetak lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, dan lebih siap dalam menghadapi berbagai kebutuhan di dunia industri, khususnya otomotif.