Di balik kecanggihannya, GX dibangun di atas platform SEPA 3.0 dan dibekali empat chip AI Turing dengan total daya komputasi mencapai 3.000 TOPS.
Teknologi ini menjadi fondasi dari sistem VLA 2.0, yang dirancang untuk mendukung kemampuan autonomous driving hingga level 4 (L4).
Baca Juga: Kenalan Dengan Aridge, Mobil Terbang Xpeng Yang Bisa Masuk Bagasi
Tak hanya itu, sistem kemudinya juga sudah mengusung teknologi steer-by-wire hasil pengembangan bersama Bosch, yang menghilangkan koneksi mekanis antara setir dan roda demi presisi kontrol yang lebih tinggi.
Untuk pasar China, Xpeng GX ditawarkan mulai 399.800 yuan atau setara Rp 1 miliaran.
Namun, belum ada informasi terkait kemungkinan kehadirannya di Indonesia.
Dengan kombinasi ukuran bongsor, fitur mewah, serta teknologi otonom canggih, Xpeng GX menjadi salah satu SUV listrik paling menarik yang meluncur di tahun ini.
Model Lain di Pameran
Selain GX, Xpeng juga menampilkan jajaran kendaraan elektrifikasi lainnya di pameran internasional tersebut.
Xpeng membawa Mona M03, G6, G7, G9, X9, P7, P7 Plus, dan 'mobil' terbang Land Aircraft Carrier.
Bukan cuma mobil, Xpeng juga membawa robot humanoid generasi terbaru mereka, IRON.
Kehadiran inovasi-inovasi ini semakin menegaskan arah pengembangan teknologi Xpeng menuju era Physical AI yang lebih luas.