Begitu pula dengan Pertamina Dex yang harganya menjadi Rp 23.900 per liter, naik Rp 9.400 dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax tetap dibanderol Rp 12.300 per liter, serta Pertamax Green 95 tetap seharga Rp 12.900 per liter.
Pihaknya memperhitungkan tarif BBM secara terpisah.
Jika sewaktu-waktu harga jenis BBM yang digunakan naik, maka ia akan menyesuaikan tarif sewa.
“Konsumsi BBM kami hitung per kilometer untuk overland luar kota. Tapi kalau untuk dalam kota, tetap kami anggarkan, misalnya Rp200 ribu per hari. Namun biasanya tidak sampai Rp 200 ribu, jadi masih aman untuk BBM,” jelasnya.
Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ia menggunakan BBM jenis lebih tinggi jika dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Tiga Jenis BBM Dimahalkan per 18 April 2026, Ini Daftar Harganya di Jateng
Hal ini pun sudah masuk dalam perhitungan tarif yang dikenakan.
“Kalau kehabisan kuota, misalnya dikasih kuota 60 liter, untuk perjalanan Solo–Jakarta pasti habis. Tidak mungkin cukup, jadi pasti isi lagi, misalnya di Bekasi. Kalau kuota habis, otomatis tetap pakai Dexlite. Tapi untuk overland, kami sudah hitung juga biaya cadangan jika kuota habis,” ungkapnya.
Dalam kondisi normal, BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex biasanya dipakai untuk supercar.
“Mobil sport atau supercar itu pakainya Pertamax Turbo,” terangnya.