Ada 3 Jenis BBM yang Dimahalkan, Ini Alasan Harga Pertamax 92 dan Green 95 Ditahan

Ferdian - Minggu, 19 April 2026 | 12:19 WIB

Ilustrasi SPBU Pertamina

GridOto.com - Diketahui sebanyak tiga jenis BBM non subsidi Pertamina dimahalkan belum lama ini.

Ketiganya adalah Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron pun menjelaskan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 18 April 2026.

ia menjelaskan alasan tak semua jenis naik, sebut saja Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 harganya tetap seperti per 1 April 2026.

Baron menjelaskan kedua jenis BBM nonsubsidi itu tak naik karena dipakai oleh sebagian besar masyarakat.

"Sedangkan harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga," jelasnya dikutip dari Kompas.com, Sabtu (18/4/2026).

Pertamax Green 95 saat ini dibanderol Rp 12.900 per liter. Sementara, Pertamax 92 senilai Rp 12.300 per liter.

Namun, tiga jenis BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.400 per liter dari sebelumnya seharga Rp 13.100 per liter.

Baca Juga: Kasus Fraud Terungkap, Pertamina PHK Awak Truk Tangki BBM di Tuban

Lalu, Pertamina Dex menjadi Rp 23.900 per liter dari harga sebelumnya yakni Rp 14.500 per liter.

Terakhir, Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan ketentuan pemerintah yang termaktub dalam Keputusan Menteri ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022.

"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Kepmen ESDM, dan keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex," jelas Baron.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menjelaskan jika kenaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti dinamika minyak dunia.

Jadi, pemerintah merespon kondisi pasar global dengan menaikkan harga BBM nonsubsidi.

"Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global," jelasnya.

Baca Juga: Berhembus Isu Motor Beli Pertalite Dibatasi 4 Liter Per Hari, Begini Penjelasan Pertamina

Meski demikian, pemerintah telah menghitung matang kenaikan harga agar pasar tak terganggu. Juga, memastikan harga BBM subsidi tak naik hingga akhir 2026 untuk menjaga stabilitas perekonomian.

"Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah Pemerintah memastikan harga BBM subsidi, baik itu Pertalite dan Solar Subsidi, tidak naik," jelasnya.

Anggia meminta dukungan dan doa dari segenap masyarakat agar bangsa Indonesia bisa melewati tantangan gejolak energi yang mengguncang dunia.

YANG LAINNYA