Misalnya Vario 125 generasi awal alias KZR yang dibawa oleh Yoga Dehaan, modifikator asal Wonogiri.
"Kami cuma main di segi looks, tampilan luar dengan aksesorinya, kalau mesin masih tetap standar pabrik masih OEM. Variasinya mungkin beberapa ini pakai part dari Thailand," ungkap Yoga Dehaan.
Melihat motornya, memang ubahan yang diberikan tidak terlalu ekstrem karena masih mempertahankan bentuk dan postur asli dari Vario KZR.
Terlihat bodi dan stripingnya pakai OEM, namun tampilannya yang clean jadi kunci bagaimana motor ini bisa terlihat keren.
Sejumlah barang aftermarket juga terlihat dijejalkan di motor ini, mulai dari pelek, knalpot, sokbreker depan dan belakang, termasuk bagian-bagian kecil seperti spion hingga tuas rem biar tampilannya makin kece.
Kemudian tak ketinggalan di area headlamp-nya yang juga dipasang LED proyektor dan LED DRL yang memang lagi digandrungi anak sekarang.
"Ajang ini bagus karena ini bisa mewadahi modifikator lokal. Mungkin untuk event ke depannya bisa dibikin lebih meriah lagi," imbuh Yoga.
Mayoritas motor yang hadir di Laki Code bisa dibilang mengusung tema "proper" alias motor yang masih enak dipakai harian.
Mungkin itu juga disebabkan kategori modifikasi yang memang disiapkan Laki Code memang mendukung tema modifikasi harian, yakni ada Rookie Proper, Proper Pro, Restorasi Modifikasi, Vietnam Style dan Sunmori Motorstyle.
Selain kontes modifikasi, event ini juga dimeriahkan dengan acara rolling city keliling Solo bareng komunitas motor Honda, ada gathering, games, hingga special perform dari DJ Ranny.