Dihantam Lonjakan Harga Plastik, Hyundai Pilih Tahan Harga Jual Mobil

Ferdian - Jumat, 17 April 2026 | 16:30 WIB

Pabrik Hyundai di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

GridOto.comHyundai Motors Indonesia (HMID) menegaskan belum berencana menaikkan harga jual kendaraan.

Hal ini sehubungan dengan kenaikan berbagai komponen biaya produksi seperti harga plastik dan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Sejauh ini, walaupun di luar dari harga plastik kemudian exchange rate kita juga perhatikan di atas di Rp 17.000,- ada beberapa faktor yang juga naik, tapi Hyundai bisa mempertahankan sampai dengan saat ini dan kita tidak ada niat untuk menaikkan harga,” ujar Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta (16/4/2026).

Seperti diketahui, kenaikan harga bahan baku plastik jadi tantangan besar bagi industri otomotif global.

Material ini berperan penting dalam produksi kendaraan modern, mulai dari komponen interior seperti dasbor dan panel pintu hingga bagian mekanis di ruang mesin.

Ketika harga plastik meningkat, biaya produksi kendaraan pun ikut terdorong naik.

Meski demikian, Hyundai memilih strategi berbeda. Perusahaan tidak langsung membebankan kenaikan biaya kepada konsumen, melainkan mengandalkan efisiensi internal.

Perbaikan dilakukan pada proses manufaktur maupun distribusi agar tekanan biaya dapat ditekan.

Baca Juga: Servis di Bengkel Resmi, Hyundai Kini Sediakan Mobil Pengganti, Ini Syaratnya

Menurut Hyundai, ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga stabilitas pasar otomotif nasional.

Dengan menahan harga jual, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Itu mungkin bisa diserap dengan beberapa peningkatan yang dilakukan di dalam manufaktur proses dan juga di dalam distributor proses, dan tidak akan membebankan diler juga,” ucap Frans melansir Kompas.com.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan upaya Hyundai dalam menyeimbangkan efisiensi bisnis dan kepentingan konsumen.

Tidak hanya pembeli, jaringan diler juga dipastikan tidak akan terbebani oleh kenaikan biaya produksi.

Terkait durasi kebijakan ini, Hyundai menyatakan akan terus mempertahankannya selama memungkinkan dengan mempertimbangkan kondisi industri dan kepentingan konsumen.

“Kita akan terus lakukan demi konsumen kami, jadi agar industri otomotif kita juga tetap stabil,” katanya.

Baca Juga: Servis di Bengkel Resmi, Hyundai Kini Sediakan Mobil Pengganti, Ini Syaratnya

Seperti diketahui, industri otomotif nasional saat ini kembali menghadapi berbagai tantangan.

Selain dampak krisis cip semikonduktor yang mulai mereda, kini muncul tekanan baru dari dinamika logistik global dan kelangkaan material plastik teknis.

Krisis plastik global yang dipicu kenaikan harga bahan baku petrokimia serta hambatan distribusi menjadi isu penting bagi kelangsungan produksi.

Di tengah kondisi tersebut, keputusan Hyundai untuk menahan harga menjadi langkah strategis dalam menjaga daya beli sekaligus stabilitas pasar otomotif di Indonesia.

YANG LAINNYA