Menurut Dicky, SGCU di motor matic tergolong komponen yang awet.
"Kebanyakan rusak sebenarnya karena dari pemilik motor sendiri," ungkap Dicky.
Contohnya spul atau soket kabel spul yang sudah gosong tapi masih diakali.
Baca Juga: ART N SPEED Bengkel Spesialis Motor Matic Buka Cabang di Cimahi, Ada Dynotest hingga Remap ECU
"Kabel body tidak rapi dan pemasangan part aftermarket kelistrikan dengan instalasi yang asal-asalan juga bisa bikin SGCU rusak," kata Dicky.
Apalagi penggunaan aksesoris kelistrikan yang membutuhkan daya atau watt yang besar.
"Aki rata-rata (di motor injeksi) beban kelistrikannya sudah berat," ungkap Dicky.
"Sedangkan aki berpengaruh baru buat SGCU, terutama saat starter," tambahnya.
Saat aki lemah, jangan dipaksa untuk menghidupkan motor.
"Rata-rata kalau aki lemah starter dipaksa terus, nah kebiasaan itu yang membuat SGCU cepat jebol (rusak)," ungkap Dicky.
"Kalau yang masih pakai dinamo starter sih enggak masalah dipaksa, tapi kalau ACG atau SMG yang sistem starternya enggak pakai dinamo ini berbeda," tutur mekanik yang bengkelnya berada di Jalan Pabuaran Raya No.38, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Sekadar informasi, ACG dan SMG adalah sistem starter pada motor matic Honda dan Yamaha yang memanfaatkan spul untuk menghidupkan mesin.
Sehingga motor matic yang sudah pakai sistem ini tidak punya dinamo starter lagi.